Soal Usulan Inventarisasi Pusaka, Kubu PB XIV Purboyo: Kenapa Hanya Keraton Solo?
Ryantono Puji Santoso June 05, 2026 12:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Kubu Pakubuwono XIV Purboyo mempertanyakan soal inventariasi pusaka Keraton Solo. 

Dorongan inventarisasi ini datang dari Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan. 

Menanggapi ini, Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani mengungkapkan sikap kritis. 

Dia balik mempertanyakan terkait dorongan inventarisasi pusaka itu. 

Timoer Rumbay berpendapat, tidak  semua pihak mengetahui secara rinci keberadaan maupun status kepemilikan pusaka-pusaka Keraton Kasunanan Surakarta.

“Pusaka-pusaka itu ketika menginventaris sesuatu itu apakah orang-orang ini tahu yang mana yang diinventaris dan milik siapa. Karena setahu saya ketika ada pewarisnya ya itu adalah hak milik pewarisnya,” jelas Timoer saat ditemui di Sasana Hadi, Kamis (4/6/2026) dalam cuaca kota Solo yang cerah.

Ia juga mempertanyakan alasan audit dan inventarisasi hanya dilakukan terhadap Keraton Solo, sementara keraton lain tidak mengalami proses serupa.

“Bukan terus pemerintah akan mengambil alih atau menginventarisasi. Kalau pemerintah mau seperti itu kenapa tidak mulai keraton jogja atau keraton yang lain. Harus diwaspadai juga maksudnya apa,” ungkap Timoer.

GREBEG BESAR - Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan saat ditemui di Masjid Agung Keraton Solo, Selasa (26/5/2026). Tradisi Grebeg Besar Keraton Kasunanan Surakarta tahun 2026 dipastikan digelar dua kali di tanggal berbeda.
GREBEG BESAR - Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan saat ditemui di Masjid Agung Keraton Solo, Selasa (26/5/2026). Dia mendorong adanya inventarisasi Pusaka Keraton Solo. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Sedang Didorong Pemerintah

Sementara itu, juru bicara Tedjowulan, KP Pakoenagoro, menjelaskan bahwa inventarisasi pusaka menjadi salah satu prioritas dalam proses revitalisasi yang sedang didorong pemerintah.

Menurutnya, pendataan kekayaan budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dan masih akan berlanjut.

“Pendataan kekayaan budaya di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah berjalan kurang-lebih sebulan terakhir dan masih akan berlangsung seiring revitalisasi yang semoga lekas dilanjutkan. Dalam prosesnya, inventarisasi pusaka juga menjadi prioritas sangat tinggi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Polemik Kirab 1 Suro Keraton Solo, Satu Kubu Singgung Makar, Satu Lagi Ingin Rukun

KP Pakoenagoro menambahkan bahwa pusaka memiliki peran penting dalam pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang merupakan bagian dari Warisan Budaya Tak Benda Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Ia menyebut Menteri Kebudayaan, Prof (Hon) Fadli Zon, M.Sc., memberikan arahan agar tradisi tersebut tetap dilaksanakan dan dilestarikan.

“Arahan dari Menteri Kebudayaan Bapak Prof (Hon) Fadli Zon, M.Sc., adalah agar Kirab Pusaka pada Malam 1 Suro dilaksanakan dan dijaga kelestariannya sebagai suatu Warisan Budaya Tak Benda dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” terang KP Pakoenagoro. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.