10 Istilah Unik Warga Solo yang Sering Dipakai dalam Percakapan Sehari-hari : Ada Banter dan Jiblok
Hanang Yuwono June 05, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Bahasa sehari-hari masyarakat Solo, Jawa Tengah, memiliki kekhasan tersendiri yang sering terdengar unik bagi pendatang.

Perpaduan bahasa Jawa dengan logat khas membuat sejumlah istilah lokal ini tetap hidup dan digunakan hingga sekarang.

Dalam sehari-hari, ketika bertutur kata, warga Solo cenderung halus.

Baca juga: Rumor Bursa Transfer Persis Solo di Liga 2 : Facundo Aranda Berpeluang Kembali ke Manahan?

Namun mereka memiliki umpatan dengan dialek khas yang biasanya disampaikan di tongkrongan.

Jangan sampai istilah-istilah berikut ini kamu ucapkan kepada orang yang lebih tua.

Berikut 10 istilah unik warga Solo yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

1. Badalah / Badala

Istilah ini digunakan untuk mengekspresikan rasa kaget atau kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai harapan.

Contohnya saat mendapati suatu tempat tutup, warga bisa berkata, “Badala, malah tutup.”

Baca juga: Perbedaan Gulai, Tongseng, dan Tengkleng, Olahan Kambing yang Populer di Solo Raya

2. Nggagas / Nggagas’o

Artinya berpikir atau memikirkan sesuatu, biasanya terkait hal yang sudah terjadi atau sedang dihadapi.

Contoh: “Ra nggagas aku, tugas belum dikerjakan.”

3. Mokmen

Istilah lokal untuk menyebut razia atau tilang polisi di jalan.

Contoh: “Ati-ati, enek mokmen neng dalan.”

Baca juga: Polemik Kirab 1 Suro Keraton Solo, Satu Kubu Singgung Makar, Satu Lagi Ingin Rukun

4. Oglangan

Digunakan untuk menyebut kondisi listrik padam atau mati lampu.

Contoh: “Wah oglangan, ra iso ngecas HP.”

5. Jiblok / Jiglok

Berarti jatuh atau terlepas dari tempatnya.

Contoh: “Ati-ati, HP-mu jiblok lho.”

6. HIK / Hek

HIK adalah sebutan untuk angkringan atau wedangan, tempat makan sederhana khas pinggir jalan di Solo.

Contoh: “Mangan neng HIK yo cah.”

Baca juga: 10 Ide Usaha Kuliner Rp10 Ribuan yang Punya Prospek di Solo Raya, Cocok untuk Pemula Modal Minim

7. Mbribik

Istilah untuk pendekatan atau PDKT dengan seseorang yang disukai.

Contoh: “Lagi mbribik konco kelas.”

8. Banter

Selain berarti cepat, di Solo “banter” juga digunakan untuk menyebut suara yang keras atau volume tinggi.

Contoh: “Ojo banter-banter, aku lagi turu.”

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 5 Juni 2026 : dari Jam Keberangkatan Pagi hingga Paling Malam

9. Neker

Istilah sederhana untuk kelereng yang sering dimainkan anak-anak.

Contoh: “Main neker bareng ning lapangan.”

10. Gathel / Gaplek

Merupakan istilah umpatan dalam bahasa Jawa Solo yang tergolong kasar, sehingga tidak dianjurkan untuk digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Istilah ini lebih baik hanya dipahami tanpa dipraktikkan dalam komunikasi.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.