Kapasitas Cuci Darah di RSUD Andi Abdurrahman Ditambah, Warga Tanahbumbu Kini Hemat Ongkos Jutaan
Hari Widodo June 05, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN – Layanan di gedung dialisis RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Tanahbumbu yang baru diresmikan nampak pelayanan cuci darah sudah berjalan dengan normal.

Ruang tunggu pasien mulai dipenuhi aktivitas medis yang dinamis.

Syafbrawi, salah seorang pasien yang rutin melakukan cuci darah asal Kecamatan Kusan Hulu, kini bisa bernapas lega. 

Menurutnya, berkat hadirnya Gedung Dialisis baru di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor yang baru diresmikan Bupati Tanahbumbu Andi Rudi Latif pada Senin (1/6/2026), ia tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar daerah demi menjalani rutinitas pengobatannya.

Baca juga: Perluas Layanan, Ambulans  PSC 119 Tanahbumbu Kini Layani Antar Jemput Pasien Cuci Darah

Terlihat para pasien mengantre dengan tertib sembari menunggu panggilan untuk mendapatkan giliran tindakan cuci darah mereka.

Suasana di dalam gedung juga terasa lebih hidup karena kehadiran para pendamping.

Berbeda dengan kondisi di fasilitas yang lama, kini para pasien terlihat didampingi oleh anggota keluarga mereka, mulai dari anak, suami, hingga istri yang setia mendampingi di sisi tempat tidur perawatan.

Berkat kapasitas layanan dan kenyamanan gedung baru ini, para pasien mengaku sangat merasa terbantu karena tidak perlu lagi memikirkan jarak dan kendala akomodasi.

Sebelum gedung baru ini beroperasi, Syafbrawi sempat menjalani 11 kali proses cuci darah di RSUD setempat. Namun, karena keterbatasan kuota antrean, ia terpaksa dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin  hingga akhirnya menjalani hemodialisis rutin di RSUD kotabaru selama satu tahun terakhir.

Kabar baik datang saat ia dihubungi bahwa ada satu slot antrean kosong yang bisa digunakannya di Tanahbumbu. Syafbrawi mengaku sangat bersenang hati karena keberadaan layanan ini langsung memangkas biaya operasionalnya secara drastis, seperti ongkos feri penyeberangan,  biaya makan dan operasional lainnya.

“Untuk sekali berangkat saja biasanya 1 juta 180 ribu untuk pulang pergi ongkosnya, sementara kalau di sini cuman 200-300 ribu saja karena dekat,” kata Syafbrawi dengan nada penuh syukur.

Selain menghemat biaya finansial, kedekatan jarak ini juga memberikan dampak psikologis yang besar bagi kesembuhannya.

Dulu sewaktu harus berobat ke luar daerah, pihak keluarga kesulitan untuk mendampingi, namun kini mereka bisa hadir memberikan dukungan langsung.

“Faktor keluarga juga membuat saya senang, sebab dulu waktu keluar daerah keluarga tidak bisa menemani, sekarang sudah bisa menemani dan itu menjadi motivasi bagi saya,” tambah Syafbrawi.

Direktur RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor melalui Kepala Ruangan Dialisis, Marsudi Sigit Yuwono, menjelaskan bahwa fasilitas di gedung lama memang sangat terbatas.

Saat itu, pihak rumah sakit hanya mampu mengoperasikan enam unit mesin cuci darah ditambah satu unit cadangan.

Kini di gedung baru, manajemen mendapatkan penambahan tiga unit mesin cuci darah baru sehingga total ada 10 mesin yang siap beroperasi untuk pelayanan.

Dari total tersebut, dua unit dialokasikan untuk pasien umum dan delapan unit dikhususkan bagi pasien BPJS Kesehatan.

Gedung baru ini sebenarnya dirancang mampu menampung hingga 20 mesin cuci darah sekaligus, hanya saja, pemaksimalan kuota tersebut masih harus menunggu rampungnya proses pengurusan perizinan di Kementerian Kesehatan.

“Dengan adanya gedung baru ini alhamdulillah kita sudah memiliki standar kualitas sesuai dengan permenkes nomor 11 tahun 2025,,” ujar Marsudi Sigit Yuwono.

Kelebihan lain dari fasilitas baru ini adalah ketersediaan ruang isolasi khusus bagi pasien yang memiliki penyakit menular, fasilitas krusial ini sebelumnya belum dimiliki oleh pihak rumah sakit saat masih menempati bangunan yang lama.

Pihak manajemen rumah sakit berkomitmen untuk menarik pulang para pasien asal Tanahbumbu yang saat ini masih menjalani proses cuci darahnya di luar daerah secara bertahap.

Baca juga: Pemkab Tanahbumbu Kuliahkan 11 Dokter Spesialis, Bupati Andi Rudi Ingatkan Soal Pengabdian

“Namun pemanggilan ini nantinya akan bertahap sesuai daftar antrian pasien, karena kami sudah memiliki daftar nama antrian pasien, salah contohnya pak Safbrawi ini, alhamdulillah kita ada tambahan tiga mesin,” jelas Marsudi.

Melalui peningkatan fasilitas ini, manajemen RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor berharap ke depannya tidak ada lagi warga Bumi Bersujud yang harus dirujuk mencari layanan cuci darah ke kabupaten tetangga.

“Ya tentunya harapan kedepannya  pasien cuci darah tidak kita rujuk lagi keluar daerah cukup di rumah sakit kita saja,” pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.