TRIBUNNEWS.COM - Nur Rohmah asisten rumah tangga (ART) baru yang bekerja di rumah mantan istri Andre Taulany, Erin, kembali memberikan keterangannya di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Sebelumnya, Nur Rohmah telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan penganiayaan Erin terhadap mantan ART, Herawati.
Nur Rohmah diketahui menjadi satu-satunya ART yang tersisa di rumah Erin setelah sang majikan berkonflik dengan Herawati.
Imbas adanya kasus tersebut, kondisi psikis Nur terganggu.
Hal ini diungkap oleh kuasa hukumnya, Basuki.
"Rentetan peristiwa yang terjadi saat itu mempengaruhi psikis Teh Nur," kata Basuki di Polres Metro Jakarta Selatan, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Basuki menyampaikan, adanya kejadian di rumah Erin membuat kondisi psikis kliennya terganggu.
Bahkan hal itu juga merembet ke fisik Nur yang kerap merasakan mual hingga pusing.
"Psikologinya terganggu karena adanya satu peristiwa di tempat di mana beliau bekerja kemarin dan sudah masuk ke fisik, ada mual-mual, ada rasa pusing."
"Nah, itu pengaruh dari tekanan psikologi yang dialami oleh ee klien kami," bebernya.
Baca juga: Soroti Kasus Erin dengan Mantan ART hingga 3 Kali Ganti Pengacara, Praktisi Hukum: Ada Apa?
Pada kesempatan itu, Nur mengaku merasakan kondisi kesehatannya terganggu sejak masih bekerja di rumah Erin.
Nur juga merasakan sesak hingga cemas akibat kondisi yang rasakan saat itu.
"Pas di sana iya mual pusing, dada sakit sesak gitu, panik cemas," katanya.
Erin sebelumnya dilaporkan Herawati atas tudingan penganiayaan di Polres Metro Jakarta Selatan, 29 April 2026 lalu.
Erin disebut memukul kepala Hera dengan sapu, menendang kepalanya saat jongkok hingga membanting ponsel Hera sampai rusak.
Di tengah polemik, sosok Nur menjadi sorotan karena suaminya, Rahmat, datang dari Cianjur, Jawa Barat, sembari menangis karena tiga minggu istrinya tak bisa dihubungi.
Terungkap ternyata HP Nur disita oleh Erin agar tidak berkomentar soal kasusnya yang sedang bergulir.
Baca juga: Erin Bantah Tahan Barang-Barang 3 ART-nya yang Kabur: Kenapa Nggak Sekalian Dibawa
Kini Nur memilih kabur setelah sebelumnya diperiksa sebagai saksi dari pihak Erin.
Setelah dipaksa menjadi saksi, Nur tak menampik kini dirinya takut keluar dari rumah.
Apalagi, tak sedikit pihak yang mengiranya membela majikannya itu.
"Sekarang kalau misalkan untuk keluar jauh belum (berani). Kalau yang dekat kayak warung gitu sama orang tua udah," jelas Nur.
"Cuma kalau yang jauh itu belum (berani). Kayak ada rasa takut kayak gitu," jelasnya.
Dia lantas menyinggung soal ancaman-ancaman yang diterimanya.
"Kayak ancaman-ancaman gitu," bebernya.
Sang suami, Rahmat yang ada di sisinya pun berusaha menjelaskan situasi sang istri.
"Jadi takut kayak kalau lihat polisi aja takut jadinya. Soalnya yang si Ibu Erin bilang ke (istri) saya itu, kamu itu buronan polisi. Ke istri saya bilang begitu," kata Rahmat.
Erin, kata Rahmat, juga mengancam akan melaporkan Nur dengan pencemaran nama baik.
"Karena pencemaran nama baik katanya. Saya mau dilaporin pencemaran nama baik. Udah gitu aja Bu Erin bilangnya," tandas Rahmat.
(Tribunnews.com/Ifan/Salma)