SURYAMALANG.COM, BLITAR - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Blitar, AKBP Rivanda membantah keras isu pesan berantai terkait dugaan penganiayaan oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Blitar terhadap ajudannya.
Setelah memanggil dan memeriksa langsung kondisi fisik sang ajudan secara empat mata pada Kamis (4/6/2026) malam, Rivanda memastikan rumor pemukulan hingga patah tulang hidung itu tidak pernah terjadi.
Saat ini, ajudan yang bersangkutan dipastikan dalam kondisi baik dan masih tetap menjalankan tugas piket seperti biasa.
"Saya juga bingung sebenarnya, informasi itu dari mana. Kemarin juga langsung saya konfirmasi ke yang bersangkutan," kata Rivanda, Jumat (5/6/2026) sore.
Baca juga: Bau Busuk dan Tumpukan Sampah di Sungai Desa Plosoarang Kabupaten Blitar Bikin Warga Sambat
"Alhamdulillah tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada informasi seperti yang dibilang katanya hidungnya (ajudan Wakapolres) patah, tidak bisa aktivitas, dan pengobatan serius," lanjutnya.
Saat ini, menurut AKBP Rivanda, ajudan Wakapolres Blitar tersebut masih menjalankan tugas piket seperti biasa di rumah dinas.
Kondisi fisik sang ajudan juga dipastikan dalam keadaan baik-baik saja, sangat bertolak belakang dengan informasi mengerikan yang beredar luas di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah anaknya masih piket, tidak ada sama sekali seperti yang diinformasikan seperti itu. Tidak ada kejadian penganiayaan, sampai patah tulang hidung," ujarnya.
Baca juga: Kisah Pilu Thomas Remaja Surabaya Dikeroyok Teman: Ingin Kuliah Beasiswa, Foto Dipajang di Peti Mati
Sesaat setelah mendapat informasi miring tersebut, Rivanda langsung bergerak cepat dengan memanggil ajudan Wakapolres untuk bertemu secara langsung di rumah dinas.
Saat pertemuan berlangsung, Rivanda melihat dengan mata kepala sendiri bahwa sama sekali tidak ada luka ataupun cacat pada wajah ajudan Wakapolres tersebut.
"Kemarin malam, saya tanya langsung empat mata dengan yang bersangkutan. Saya lihat fisiknya tidak ada luka. Kalau memang dipukul pasti ada bekas memar, apalagi kalau tulang hidung sampai patah pasti ada bekasnya," katanya.
Tidak hanya memeriksa kondisi korban, Rivanda juga sudah mengonfirmasi masalah tersebut secara langsung kepada Wakapolres Blitar.
Menurut penuturannya, Wakapolres juga menyampaikan hal yang sama, yakni tidak pernah ada kejadian penganiayaan seperti yang diisukan.
"Saya juga sudah mengkonfirmasi ke Pak Waka. Pak waka bilang tidak ada (penganiayaan). Saya juga bingung informasi itu dari mana," ujar Kapolres Blitar.
Baca juga: Detik-detik Pengeroyokan Maut Remaja Surabaya: 4 Pelaku Diduga Teman Sekolah, Bawa Korban ke RS
Rivanda menyampaikan, isu soal penganiayaan tersebut murni beredar lewat pesan berantai di luar.
Uniknya, pesan berantai yang menghebohkan publik itu justru tidak sampai atau tidak beredar di internal lingkungan Polres Blitar sendiri.
"Kemarin kami baru dapat info itu. Malamnya baru saya lakukan cek ke yang bersangkutan. Hari ini, kami baru bisa menyampaikan," ungkapnya.
Kini, pihak Polres Blitar masih mendalami dan menelusuri dari mana sumber pertama yang menyebarkan isu bohong tersebut ke publik.
"Kami juga ingin tahu dari mana pesan itu berasal. Kami hanya ingin tahu bagaimana ceritanya bisa keluar informasi seperti itu," pungkasnya.