Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA - Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Kesadaran Administrasi Kependudukan (adminduk) yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK Sumba Barat Daya di Roo Luwa, Resto & Cafe di Tambolaka, Sumba Barat Daya, Jumat 5 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ratu Wulla meminta semua orang tua untuk segera mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sumba Barat Daya. Kartu identitas anak berlaku untuk usia o-17 tahun (kurang 1 hari genap 17 tahun) atau belum nikah.
"Dengan memiliki kartu identitas anak maka memudahkan mendapatkan layanan publik, misalnya membeli tiket pesawat ataupun tiket kapal laut. Tidak perlu lagi membawa kartu keluarga tetapi cukup menunjukan kartu identitas anak," ujar Ratu Wulla.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ratu Wulla juga meminta kepada para pelajar yang hadir maupun ada di sekolah ataupun di rumah masing-masing agar perlu mempersiapkan diri dengan baik.
Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup Sumba Barat Daya Butuh Tambahan Personel
"Anak-anak harus rajin belajar dan rajin membaca buku. Setiap hari harus sekolah. Dengar dan cermati setiap pelajaran yang diajarkan guru. Anak-anak tidak boleh hanya dengar saja tanpa mengerti dan memahaminya. Manfaatkan waktu ini untuk belajar sekerasnya agar kelak menjadi orang pintar dan hebat, calon pemimpin masa depan daerah ini," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris TP PKK Sumba Barat Daya, Jeck Keremata yang membacakan sambutan Ketua TP PKK Sumba Barat Daya, Markus Dairo Tallu, S.H pada kegiatan itu mengatakan TP PKK Sumba Barat Daya memadang penting untuk melakukan sosialisasi tentang kesadaran administrasi Kependudukan dengan fokus mendorong orang tua agar segera mengurus Kartu Identitas Anak (KIA).
Dokumen ini sangat penting sebagai kartu identitas anak. Salah fungsinya anak mudah mendapatkan pelayanan publik seperti membeli tiket pesawat maupun tiket kapal laut tanpa harus membawa kartu keluarga lagi. Cukup menunjukan kartu identitas anak saja.
Sosialisasi ini terjadi mengingat masih kurang pengurusan kartu identitas anak-anak daerah ini. Melalui sosialisasi ini dapat mendorong orang tua mengurus kartu identitas bagi anak-anaknya. (pet)