Imbas Marak Aksi Pembegalan di Lumajang, Polres Sediakan Pengawalan Gratis, Begini Caranya
Putra Dewangga Candra Seta June 05, 2026 10:32 PM

 

SURYA.co.id, LUMAJANG – Kasus pembegalan yang menimpa seorang warga Kabupaten Jember di jalur nasional Lumajang-Jember mendorong Polres Lumajang mengambil langkah cepat.

Kepolisian kini membuka layanan pengawalan gratis bagi masyarakat yang merasa khawatir melintas di kawasan yang dianggap rawan tindak kriminal.

Kebijakan tersebut diumumkan setelah Edi Santoso menjadi korban perampasan disertai kekerasan saat melintas di wilayah Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (2/6/2026) malam.

Melalui layanan tersebut, pengendara yang merasa tidak aman saat melintasi jalur sepi atau rawan kejahatan dapat meminta pendampingan langsung dari petugas kepolisian tanpa dipungut biaya.

Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menegaskan bahwa kepolisian siap memberikan pengawalan demi meningkatkan rasa aman masyarakat saat berkendara.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian sekaligus upaya pencegahan terhadap potensi kejahatan jalanan yang masih menjadi perhatian di sejumlah titik.

Pengendara Diminta Lebih Waspada Saat Melakukan Perjalanan

BEGAL LUMAJANG -  Lokasi pembegalan yang dialami warga Jember di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Selasa (3/6/2026) Polisi tidak temukan CCTV di lokasi kejadian hingga menyulitkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku kejahatan jalanan tersebut.
BEGAL LUMAJANG - Lokasi pembegalan yang dialami warga Jember di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Selasa (3/6/2026) Polisi tidak temukan CCTV di lokasi kejadian hingga menyulitkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku kejahatan jalanan tersebut. (istimewa/Dokumen Humas Polres Lumajang)

Selain membuka layanan pengawalan, Polres Lumajang juga mengeluarkan sejumlah imbauan keamanan bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, khususnya pada malam hari.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar, menghindari penggunaan perhiasan mencolok, serta memilih jalur yang lebih ramai apabila memungkinkan.

Ipda Suprapto menilai langkah pencegahan sederhana dapat mengurangi risiko menjadi sasaran pelaku kejahatan.

"Sebisa mungkin dihindari membawa uang tunai atau perhiasan dalam jumlah besar," kata Suprapto mengingatkan masyarakat.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau membutuhkan bantuan saat berada di perjalanan.

Baca juga: Begal di Lumajang Sasar Pemotor Asal Jember: Duit Rp25 Juta Digasak

Korban Kehilangan Uang Tunai Rp25 Juta

Dalam peristiwa yang terjadi di kawasan Desa Kaliboto Kidul tersebut, korban dilaporkan kehilangan uang tunai sebesar Rp25 juta setelah menjadi sasaran aksi pencurian dengan kekerasan.

Polres Lumajang menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang dialami korban dan memastikan penanganan kasus terus berjalan.

"Kami sampaikan prihatin atas kejadian yang menimpa korban," imbuh Suprapto.

Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di jalur nasional yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Jember, jalur yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi maupun kendaraan logistik.

Penyidikan Terkendala Minim CCTV dan Penerangan Jalan

Di sisi lain, proses penyelidikan masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Polisi menyebut kondisi di lokasi kejadian perkara tidak didukung sarana pengawasan yang memadai.

Minimnya kamera pengawas (CCTV) serta kurangnya penerangan jalan membuat proses pengumpulan petunjuk awal menjadi lebih sulit.

Meski demikian, kepolisian memastikan upaya penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap pelaku.

"Saat ini kami tetap laksanakan lidik atas kejadian itu. Mohon doanya juga," paparnya.

Polres Lumajang menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.

Duit Rp 25 Juta Digasak

Sebelumnya, Kejahatan jalanan kembali terjadi di jalur nasional Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim).

Seorang warga Jember menjadi korban begal saat melintas di kawasan tersebut, dan kehilangan uang tunai Rp25 juta beserta sejumlah barang berharga.

Korban diketahui bernama Edi Santoso (40), warga Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban dalam perjalanan pulang dari tempat kerja pada Selasa malam (2/6/2026).

Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa korban diserang saat melintas di jalan raya nasional menuju arah Jember sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat kejadian, korban diduga dihampiri oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor Honda Vario dari arah belakang dengan modus menanyakan arah jalan.

Tidak lama kemudian, pelaku lain yang berboncengan datang dan langsung melakukan aksi kekerasan terhadap korban.

“Korban saat mengendarai sepeda motor tiba-tiba dihampiri oleh pengendara sepeda motor Vario dari arah belakang yang menanyakan arah,” ujar Suprapto, Rabu (3/6/2026).

Setelah mendekati korban, pelaku langsung melakukan aksi kekerasan dengan membacok bagian punggung korban dan menendang sepeda motornya hingga terjatuh.

Dalam kondisi terjatuh, pelaku kemudian merampas tas ransel milik korban yang berisi uang tunai dan barang berharga.

Adapun barang yang dilaporkan hilang antara lain:

  • Uang tunai sekitar Rp25 juta
  • Laptop Samsung warna hitam
  • Handphone Xiaomi Redmi 14T
  • Handphone Vivo
  • Dompet berisi KTP, SIM C, ATM, dan STNK
  • Surat-surat kendaraan dan dokumen lainnya

Korban juga mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di bagian lengan kiri.

Polres Lumajang saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku kejahatan jalanan tersebut.

Namun, proses pengungkapan menghadapi kendala karena minimnya bukti rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian.

“Untuk sementara tidak ditemukan CCTV. Sampai saat ini kami masih berupaya lidik,” kata Suprapto.

Selain itu, kondisi penerangan jalan di sekitar lokasi juga disebut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses identifikasi pelaku.

Kasus ini menambah daftar kejahatan jalanan di wilayah perbatasan Lumajang–Jember yang kerap menjadi jalur rawan tindak kriminal.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan, termasuk rencana percepatan pemasangan kamera CCTV di sejumlah titik rawan.

Namun hingga kini, implementasi pengawasan berbasis teknologi tersebut masih menjadi perhatian publik.

Polisi mengimbau masyarakat yang melintas di jalur nasional agar lebih waspada, terutama pada malam hari dan di lokasi yang minim penerangan.

Pengendara juga diminta untuk menghindari membawa barang berharga dalam jumlah besar saat perjalanan jarak jauh, guna mengurangi risiko menjadi target kejahatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.