Dipa The Changcuters Soroti Efek Dolar Meroket, Alat Musik hingga Sound System Terancam Makin Mahal
Theresia Felisiani June 06, 2026 09:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meningkatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah turut berdampak bagi industri musik Tanah Air.

Hal itu diungkapkan oleh manajer sekaligus personel band The Changcuters, Dipa Nandastyra Hasibuan.

"Untuk kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang sedang mengalami tekanan pasar global yang berat. Ini juga berpengaruh ke ranah kami sebagai musisi dan ekosistem musiknya sendiri," kata Dipa saat dihubungi kepada awak media, Jumat (5/6/2026).

Dipa menjelaskan pengaruh tersebut akan berdampak mengingat sebagian besar instrumen musik dan perlengkapan pendukung didatangkan dari luar negeri dengan mata uang asing.

"Sebagai contoh, sebagian besar instrumen musik seperti alat musik, microphone, kabel, sound system dan lainnya banyak yang merupakan barang impor dan penjualannya menggunakan mata uang asing," ucapnya.

Baca juga: Rupiah Jebol Rp18.000, Tanda Hilangnya Kepercayaan Investor Terhadap Ekonomi RI?

Kondisi pelemahan rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) ini menjadi kekhawatiran baru baik musisi maupun vendor musik.

Bahkan, tiket konser pun berpotensi naik apabila nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan.

"Dengan begini berarti musisi dan vendor juga akan keluar lebih banyak biaya dari sebelumnya untuk perawatan dan pembelian instrumen baru," lanjut Dipa.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.