Kakanwil HAM Sulbar Dorong Kolaborasi Perlindungan Perempuan dan Anak di Sulawesi Barat
Abd Rahman June 06, 2026 12:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Barat, I Gde Sandi Gunasta, menghadiri kegiatan Pertemuan dan Kerja Sama Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Sulawesi Barat Periode 2026–2028.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (5/6/2026), dan dihadiri berbagai unsur pemerintah serta pemangku kepentingan yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak.

Agenda yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulbar itu menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Barat.

Baca juga: Bendera Argentina dan Prancis Berkibar di Pasangkayu Jelang Piala Dunia 2026

Baca juga: Emak-emak Serbu Pangkalan Elpiji di Pasangkayu, Gas 3 Kg Cepat Ludes

Turut hadir unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, pemerhati anak hingga berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu perlindungan perempuan dan anak.

Dalam kesempatan tersebut, I Gde Sandi Gunasta menegaskan perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan bagian penting dari upaya penghormatan, perlindungan, pemenuhan dan penegakan hak asasi manusia.

Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen mulai dari pemerintah, keluarga, masyarakat hingga dunia pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif dan ramah bagi perempuan serta anak.

“Perlindungan perempuan dan anak merupakan amanat konstitusi dan bagian penting dari implementasi nilai-nilai hak asasi manusia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan berbagai bentuk perlakuan yang merendahkan martabat manusia,” ujar I Gde Sandi Gunasta.

Ia menjelaskan, pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan secara terpisah, tetapi membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui penguatan regulasi, peningkatan edukasi masyarakat, optimalisasi kapasitas aparatur, serta penguatan sistem pengaduan dan penanganan kasus yang berorientasi pada perlindungan korban.

Pada kegiatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Sulawesi Barat Periode 2026–2028.

Forum Anak diharapkan menjadi ruang partisipasi anak dalam pembangunan daerah sekaligus berperan sebagai pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak-hak anak.

Keberadaan FAD dinilai penting sebagai mitra strategis pemerintah untuk menyampaikan aspirasi anak, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi anak di daerah, serta memberi masukan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih efektif serta mewujudkan Sulawesi Barat yang aman, inklusif, ramah anak, dan berperspektif HAM.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.