Kasus Mandiri Taspen Purwokerto, Korban Kaget Uang Rp1 M Masuk ke Rekeningnya Lalu Hilang
khoirul muzaki June 06, 2026 01:29 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS- Korban Mandiri Taspen Purwokerto kaget tiba-tiba ada dana misterius Rp1 miliar masuk ke rekening pensiunan lalu hilang dalam sehari. 
 
Ada fakta baru kembali terungkap dalam skandal dugaan penipuan yang menyeret nama mantan karyawan Bank Mandiri Taspen Purwokerto.


Di tengah bertambahnya jumlah pensiunan yang mengaku menjadi korban, kini muncul temuan adanya aliran dana sekitar Rp1 miliar yang masuk ke sejumlah rekening nasabah pada 1 Mei 2026. 


Namun, dana tersebut diketahui kembali keluar pada hari yang sama.


Yang menjadi tanda tanya besar, para nasabah mengaku tidak pernah mengajukan kredit maupun menandatangani akad pinjaman yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah tersebut.


Temuan itu terungkap saat para korban bersama tim pendamping hukum memeriksa dokumen rekening dan mutasi transaksi yang selama ini belum pernah mereka cermati secara detail.


Salah satu korban, Sumarni (67), pensiunan ASN yang juga berstatus janda pensiunan, mengaku terkejut saat mengetahui adanya transaksi bernilai ratusan juta rupiah di rekening miliknya.


Sumarni memiliki dua rekening yang berkaitan dengan fasilitas pensiun. 


Dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya aliran dana lebih dari Rp400 juta pada salah satu rekening dan sekitar Rp187 juta pada rekening lainnya.


"Saya tidak pernah merasa mengajukan pinjaman sebesar itu. 


Tidak pernah ada akad, tidak pernah tanda tangan untuk kredit sebesar itu. Baru tahu hari ini setelah diperlihatkan datanya," kata Sumarni kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (6/6/2026). 

Baca juga: Empat OPD di Banyumas Kosong Pemimpin, Pemkab Buka Seleksi Jabatan Eselon 2


Anak Sumarni, Dani (40), mengatakan keluarganya sama sekali tidak mengetahui adanya perputaran dana tersebut.


Menurut dia, berdasarkan data rekening yang diperlihatkan, uang ratusan juta rupiah itu sempat masuk lalu keluar kembali dalam waktu singkat.


"Tadi kami melihat ada transaksi sekitar Rp400 juta lebih.


Uang itu muncul, lalu keluar lagi. Dari mana sumbernya, kapan proses pinjamannya, siapa yang mengajukan, dan ditransfer ke mana, kami tidak tahu. 


Yang jelas ibu tidak pernah merasa menerima uang itu," terangnya. 


Dani mengaku semakin bingung karena tidak ditemukan adanya dokumen maupun akad yang menunjukkan persetujuan kredit bernilai ratusan juta rupiah tersebut.


"Kalau pinjaman Rp400 juta kan bukan angka kecil. Ibu usianya sudah 67 tahun. 


Beliau tidak pernah merasa mengajukan kredit sebesar itu. Ditambah lagi ada transaksi sekitar Rp181 juta di rekening lainnya. Ini menjadi tanda tanya besar," tambahnya. 


Temuan serupa juga dialami Sri, warga Kecamatan Purwokerto Utara.


Sri mengaku di rekeningnya tercatat dana sekitar Rp200 juta masuk pada 1 Mei 2026.


Namun hanya berselang beberapa jam, dana tersebut kembali keluar dari rekeningnya.


Ia mengaku tidak pernah mengajukan pinjaman maupun menandatangani dokumen kredit.


"Saya tidak tahu, tidak ada berkas dokumen pengajuan kredit sama sekali," kata Sri.


Korban lainnya, RM, warga Kecamatan Cilongok, juga menemukan adanya transaksi serupa.


Pada tanggal yang sama, rekening miliknya tercatat menerima dana sekitar Rp300 juta. 


Namun dana tersebut kembali berpindah pada hari itu juga.


Padahal RM mengaku tidak pernah melakukan akad kredit.


"Anak saya menanyakan ke bank, katanya itu kesalahan input. 


Saya ngga tau itu," kata RM.


Temuan aliran dana yang tidak diketahui asal-usulnya juga dialami SP (61), pensiunan penjaga malam sekolah.


SP mengaku sebelumnya memang mengetahui adanya pencairan kredit sekitar Rp130 juta pada 25 Juli 2023 yang berkaitan dengan program yang ditawarkan saat itu.


Namun menurut pengakuannya, dana tersebut tidak pernah dinikmati secara pribadi karena langsung diserahkan kepada pihak yang menawarkan program investasi.


Saat melakukan pemeriksaan dokumen bersama tim pendamping hukum, SP justru menemukan transaksi lain yang sebelumnya tidak pernah diketahuinya.


Tercatat ada aliran dana sekitar Rp200.900.700 yang masuk ke rekeningnya pada 1 Maret 2025 dan keluar kembali pada tanggal yang sama.


"Saya baru tahu. Ternyata ada uang sekitar Rp200 juta yang masuk lalu keluar lagi pada tanggal yang sama. 


Saya tidak tahu uang itu dari mana dan untuk apa," katanya.


Pola transaksi yang kini ditemukan para korban tersebut berbeda dengan dugaan modus yang sebelumnya menyeret mantan karyawan Bank Mandiri Taspen Purwokerto bernama Dika.


Dalam kasus yang selama ini dilaporkan para korban, modus yang dijalankan Dika umumnya berupa pengajuan kredit melalui prosedur yang terlihat sesuai ketentuan.


Para nasabah kemudian diberikan iming-iming keuntungan dari investasi dengan janji memperoleh keuntungan jutaan rupiah setiap bulan.


Pada temuan terbaru ini, para korban justru mengaku tidak pernah mengajukan kredit, tidak pernah menandatangani akad pinjaman, namun rekening mereka mencatat adanya dana ratusan juta rupiah yang masuk dan keluar kembali dalam waktu singkat.


Belum diketahui sumber dana yang masuk ke rekening para korban maupun tujuan akhir perpindahan dana tersebut.


Belum ada pula penjelasan resmi memastikan apakah transaksi tersebut berkaitan dengan fasilitas kredit tertentu, proses administrasi internal, atau mekanisme lain yang masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut. (jti) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.