Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 20 peserta tampak mengikuti pelatihan welder bersertifikat nasional di Balai Latihan Kerja (BLK) Indramayu, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
Peserta pelatihan yang diinisiasi Pemerintah Kecamatan Sukra dan PT PLN Nusantara Power UP Indramayu itu merupakan para pemuda dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
Dalam pelatihan itu, para peserta juga tampak antusias mengikuti setiap materi yang didominasi praktik mengelas menggunakan beragam peralatan yang disediakan di BLK Indramayu.
Adapun materi pelatihan tersebut mencakup keterampilan teknik mengelas, pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga pembekalan untuk persiapan mengikuti sertifikasi nasional.
Baca juga: Jadwal Badminton Semifinal Indonesia Open 2026, Derbi Ganda Putra Merah Putih Jadi Penutup
Camat Sukra, Sigit Widiyanto, mengatakan, pelatihan itu untuk merespons tingginya permintaan tenaga kerja terampil di sektor konstruksi, manufaktur, hingga industri energi, yang kerap terkendala sertifikasi keahlian.
Selama pelatihan tersebut, penurut dia, para peserta akan digembleng secara maraton selama 24 hari dari 2 - 25 Juni 2026 untuk menguasai standar pengelasan industri modern, dan didampingi narasumber kompeten di bidangnya.
"Pelatihan welder ini adalah peluang emas bagi pemuda di Kecamatan Sukra untuk meningkatkan kompetensi, dan mengisi pos-pos teknis di sektor industri strategis," kata Sigit Widiyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2026).
Ia mengatakan, output dari program itu pun ini tidak melahirkan lulusan pelatihan welder, tetapi mencetak tenaga kerja siap pakai, sehingga menekan angka pengangguran di wilayah Kecamatan Sukra.
Pihaknya mengakui, investasi pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal merupakan modal utama dalam menekan angka pengangguran di Indramayu, khususnya di Kecamatan Sukra.
"Harapan kami, setelah lulus pelatihan ini para peserta tidak hanya memegang sertifikasi, tetapi memiliki skill yang dicari industri, sehingga terserap sebagai tenaga kerja profesional, dan mengangkat kesejahteraan keluarga," ujar Sigit Widiyanto.
Baca juga: Tujuh Dapur Makan Bergizi Gratis di Kota Cirebon Sempat Dihentikan
Ia menyampaikan, kurikulum pelatihan tersebut juga dirancang secara komprehensif yang memadukan teori kelas dan praktik berat mengenai teknik mengelas di bengkel kerja atau workshop.
Di akhir pelatihan, para peserta bakal diuji kemampuannya melalui uji kompetensi resmi, dan apabila lulus berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang akan menjadi modal untuk bersaing di tingkat industri lokal maupun nasional.
"Kami juga berharap, sinergi PLN Nusantara Power, dan pemerintah daerah ini menjadi pilot project penanggulangan pengangguran berbasis wilayah operasional perusahaan di Indramayu," kata Sigit Widiyanto.