Messi, Vinicius, dan Ancelotti: Mantan Penyerang Barito Putera Jagokan Dua Negara di Piala Dunia 2026
Aurora Nightingale June 06, 2026 06:05 PM

Mantan pemain Barito Putera, Adi Siswanto, memiliki dua negara favorit yang diyakininya mampu menjuarai Piala Dunia 2026, yaitu Argentina yang diperkuat Lionel Messi dan Brasil.

Kedua tim asal Amerika Selatan itu kembali tampil dengan kisah berbeda namun memiliki ambisi yang sama, yakni merebut gelar juara dunia.

Sebagai penggemar sepak bola Amerika Selatan sekaligus mantan pemain profesional, Adi mengaku sulit menentukan pilihan ketika diminta menjagokan salah satu di antara keduanya.

"Kalau saya harus memilih antara Argentina atau Brasil, saya tidak bisa menjawab siapa yang akan juara. Tapi saya yakin salah satunya pasti akan menjadi juara," ujar mantan striker itu sambil tertawa.

Adi, yang kini berprofesi sebagai pengusaha jersey sepak bola, menjelaskan bahwa Argentina datang ke turnamen sebagai juara bertahan.

Sementara Brasil tampil dengan proyek baru di bawah asuhan Carlo Ancelotti.

"Banyak orang masih menganggap Argentina itu cuma soal Lionel Messi, padahal sekarang sudah tidak begitu," kata pemain Laskar Antasari musim 2004 itu.

Adi menambahkan bahwa selain Messi, Argentina juga memiliki nama-nama seperti Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, dan generasi muda berbakat seperti Nico Paz.

Menurutnya, Lionel Messi tetap menjadi ikon dan idola, namun tim Argentina kini telah memiliki identitas yang kuat secara kolektif.

Messi yang kini berusia 38 tahun baru saja pulih dari cedera hamstring menjelang turnamen, dan ia diyakini akan tampil penuh motivasi untuk mempertahankan gelar.

"Messi sekarang bermain dengan peran yang lebih efisien, tidak perlu berlari sepanjang pertandingan. Tugasnya adalah menciptakan momen dan peluang penting," tutur Adi.

Kehadiran Messi disebut memberi efek psikologis positif bagi rekan-rekannya. Para pemain muda tampil lebih percaya diri karena tahu mereka memiliki sosok legenda yang pernah membawa Argentina menjadi juara dunia.

Adi juga menyoroti Brasil yang kini dilatih Carlo Ancelotti dan sedang menatap masa depan dengan optimisme baru.

"Carlo Ancelotti itu seperti motivator ulung bagi para pemain. Setelah bertahun-tahun memiliki banyak talenta hebat namun gagal juara, sekarang mungkin saatnya bagi mereka," ujarnya.

Menurut Adi, kekuatan Ancelotti tidak terletak pada strategi yang rumit, melainkan pada kemampuannya membuat para pemain bintang merasa nyaman bermain untuk tim.

"Vinicius Junior, Rodrygo, dan Endrick adalah contoh pemain Real Madrid yang sudah merasakan sentuhan tangan dinginnya," tambahnya.

Adi juga menyebut nama Bruno Guimaraes dan pemain lainnya yang bisa menjadi kunci dalam menjaga konsistensi mental di fase gugur.

Ancelotti dikenal piawai mengelola ruang ganti yang diisi banyak ego besar, sesuatu yang kerap menjadi tantangan bagi Brasil di masa lalu.

"Kombinasi aura kepelatihan Ancelotti dan materi pemain bintang membuat Brasil pantas masuk daftar kandidat kuat juara," tutupnya.

Sejarah Menunjukkan Salah Satu dari Lima Tim Ini Berpeluang Juara Piala Dunia 2026

Sepanjang 96 tahun sejarahnya, Piala Dunia menjadi ajang dengan jumlah data terbatas karena hanya digelar setiap empat tahun sekali dan pernah absen dua kali akibat Perang Dunia II.

Dengan baru 22 edisi hingga saat ini, turnamen ini tergolong muda jika dilihat dari total penyelenggaraan.

Namun ada pola yang konsisten di antara para juara yang bisa digunakan untuk memprediksi siapa yang berpeluang besar menjuarai Piala Dunia 2026.

Berdasarkan tren sejarah, hanya delapan negara yang pernah menjadi juara dunia. Dari delapan tersebut, Italia tidak lolos ke edisi 2026, sementara Uruguay—yang menjuarai dua dari empat edisi pertama—tidak difavoritkan tahun ini. Enam negara lainnya, yakni Brasil, Jerman, Inggris, Argentina, Prancis, dan Spanyol, masih termasuk dalam tujuh besar kandidat juara menurut bursa taruhan.

Meskipun kemungkinan besar salah satu dari enam negara itu akan kembali juara, tidak menutup kemungkinan munculnya juara baru di edisi kali ini.

Hingga saat ini, belum ada satu pun negara di luar Eropa dan Amerika Selatan yang berhasil menjuarai Piala Dunia. Dengan demikian, 26 negara termasuk Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, dan Maroko, otomatis tersingkir dari daftar kandidat utama.

Fakta lain menunjukkan bahwa sejak 1930 hanya 13 negara yang pernah tampil di final Piala Dunia—10 dari Eropa dan 3 dari Amerika Selatan. Bahkan untuk semifinal pun, hanya tiga kali negara dari luar dua benua tersebut berhasil mencapai tahap itu: Amerika Serikat pada 1930, Korea Selatan pada 2002, dan Maroko pada edisi terakhir.

Maroko memang sedang dalam performa meningkat, dengan prestasi seperti menjuarai Piala Dunia U-20 2025, meraih perunggu di Olimpiade 2024, dan mencapai perempat final di dua edisi Piala Dunia U-17 terakhir sejak 2022. Meski demikian, peluang mereka untuk menjuarai edisi tahun ini tetap kecil.

Tim-tim yang tersisa dalam daftar kandidat utama adalah Argentina, Prancis, Jerman, Belanda, dan Spanyol.

Kelima tim tersebut memang tidak mengejutkan. Spanyol dan Prancis datang sebagai dua favorit utama di turnamen, sementara Argentina adalah juara bertahan. Jerman, dengan empat gelar yang diraih dalam jarak setidaknya 16 tahun antar-titel, menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi di era berbeda.

Belanda menjadi satu-satunya tim dalam daftar itu yang belum pernah menjuarai Piala Dunia, meski tiga kali mencapai final pada 1974, 1978, dan 2010. Dengan sejarah panjang dan skuad bertalenta, Belanda tetap masuk daftar delapan besar favorit juara.

(Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.