Usung Konsep Boarding School, MA Insan Cendekia Nusantara Purwakarta Buka Akses Pendidikan Unggulan
Seli Andina Miranti June 06, 2026 06:28 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sebuah lembaga pendidikan Islam berstandar internasional resmi hadir di Kabupaten Purwakarta. Madrasah Aliyah (MA) Insan Cendekia Nusantara diresmikan dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Auditorium MA Insan Cendekia Nusantara, kompleks Masjid Endan Andansih, Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Sabtu (6/6/2026).

Peresmian sekolah berkonsep International Islamic Boarding School tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Kepala BPKP RI sekaligus Ketua Pembina Yayasan Endan Andansih, Muhammad Yusuf Ateh, Hashim Djojohadikusumo, Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Syafrie Sjamsudin hingga Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar.

Diketahui, Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara merupakan sekolah berasrama unggulan yang diinisiasi Yayasan Endan Andansih Ateh dengan mengusung motto “Berakhlak Islami, Berbudaya Nusantara, Berdaya Saing Global.” 

Baca juga: Dari Mimbar Wisuda, Stafsus Gugun Tegaskan: Pendidikan Islam Jadi Kunci Transformasi Bangsa

Konsep pendidikan yang diterapkan memadukan sistem pesantren modern dengan penguatan sains, teknologi, serta pembentukan karakter kepemimpinan.

Ketua Pembina Yayasan Endan Andansih, Muhammad Yusuf Ateh, mengatakan kehadiran sekolah tersebut merupakan bentuk komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan. Karena itu, sekolah ini dibangun dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak agar semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang layak dan berkualitas.

"Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan terbaik. Jangan sampai kemiskinan menjadi penghalang mereka meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Ateh juga mengajak para dermawan, investor, dan masyarakat luas untuk turut berpartisipasi mendukung keberlangsungan program pendidikan tersebut. 

Ia meyakini investasi di bidang pendidikan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia unggul, tetapi juga menjadi amal jariyah yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi bangsa.

Sementara itu, Ketua Yayasan Endan Andansih, Endang Usman menjelaskan bahwa MA Insan Cendekia Nusantara dirancang sebagai satuan pendidikan menengah berciri khas Islam yang mengintegrasikan keunggulan akademik, pembinaan karakter, dan kehidupan berasrama.

Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah, memiliki wawasan keislaman yang moderat dan kontekstual, mandiri, unggul dalam bidang sains dan teknologi, serta mampu berkompetisi dan berkolaborasi di tingkat global.

Baca juga: Jateng Jadi Provinsi Pelopor Pendidikan Koperasi di Sekolah, Sasar 6,38 Juta Siswa

"Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembina karakter dan teladan bagi para siswa," kata Endang.

Untuk tahun ajaran 2026, Endang mengatakan, MA Insan Cendekia Nusantara membuka kuota sebanyak 120 siswa yang akan terbagi dalam 8 kelas, dengan jumlah maksimal 20 siswa per kelas. Proses penerimaan peserta didik baru masih dibuka hingga akhir Juni 2026.

Dengan diresmikannya MA Insan Cendekia Nusantara Purwakarta, Endang berharap, lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik dan berprestasi, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kuat, karakter Islami yang kokoh, serta kemampuan menghadapi tantangan global di masa depan. 

Sekolah ini diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mampu melahirkan calon pemimpin bangsa dari berbagai latar belakang masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.