Puluhan Relawan se-Batang Digembleng Pelatihan SAR dan Bantuan Hidup Dasar
rival al manaf June 07, 2026 04:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sebanyak 50 relawan dari berbagai organisasi kebencanaan di Kabupaten Batang mengikuti pelatihan Confined Space Rescue (CSR) dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Gedung Pramuka Kabupaten Batang, Minggu (7/6/2026). 

Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang itu bertujuan menyatukan visi dan meningkatkan kemampuan relawan dalam penanganan korban bencana dan kedaruratan.

Analis Kebencanaan BPBD Batang, Kholif Rahmawan mengatakan, pelatihan tersebut telah direncanakan sejak lama sebagai upaya memperkuat koordinasi antarrelawan sekaligus meningkatkan kapasitas penanganan kebencanaan di lapangan.

“Alhamdulillah kegiatan ini sudah direncanakan jauh hari. Tujuannya untuk menyatukan visi misi relawan yang ada di Kabupaten Batang sekaligus menjadi ajang silaturahmi,” kata Kholif kepada Tribunjateng, Minggu (7/6/2026). 

Pelatihan berlangsung selama satu hari mulai pagi hingga sore hari. 

Materi CSR disampaikan oleh tim SAR Bumi Santri, sementara pelatihan BHD diberikan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Kholif menjelaskan, materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) penting dimiliki relawan agar mampu memberikan pertolongan pertama kepada korban bencana maupun kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Ketika terjadi bencana, relawan harus punya keilmuan dasar. Misalnya bagaimana menangani korban yang tidak sadar, korban tenggelam, atau korban yang terjebak di ruang sempit seperti sumur,” jelasnya.

Menurutnya, banyak masyarakat awam yang belum memahami langkah awal penanganan korban saat situasi darurat terjadi. 

Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan relawan di berbagai wilayah di Kabupaten Batang.

“Harapannya komunikasi antarrelawan semakin baik dan ke depan tidak berhenti di sini saja. Nantinya akan ada pelatihan lain agar relawan bisa semakin mandiri,” ungkapnya. 

Sementara itu, satu di antara peserta pelatihan, Saifudin dari Relawan Rifa’iyah Kabupaten Batang mengatakan, materi CSR yang diberikan lebih difokuskan pada teknik evakuasi korban terperosok sumur dan penyelamatan di ruang sempit.

“Materi kali ini fokus pada Confined Space Rescue, terutama evakuasi korban yang jatuh ke dalam sumur. Kami berharap ilmu dari teman-teman SAR Kabupaten Pekalongan dan SAR Bumi Santri bisa ditransfer kepada relawan muda yang belum pernah ikut operasi SAR,” ucap Saifudin. 

Dia menilai pelatihan tersebut sangat penting untuk mempercepat waktu respons relawan ketika terjadi keadaan darurat di masyarakat.

“Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Bawang, Reban, Bandar, hingga Limpung. Jadi ketika ada kejadian di wilayah terdekat, mereka sudah memahami teknik penyelamatan dan bisa melakukan respons cepat,” tutupnya. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.