9 Jemaah Asal Lampung Wafat selama Ibadah Haji Bakal Terima Asuransi, Ini Identitasnya
Robertus Didik Budiawan Cahyono June 07, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Lampung mencatat sembilan orang jemaah asal Lampung wafat di Tanah Suci selama Ibadah Haji Tahun 1447 H / 2026 M.

Baca juga: Tangis Haru Sambut 439 Jemaah Haji Asal Bandar Lampung di Asrama Rajabasa

Jumlah tersebut berdasarkan data resmi Kanwil Kemenhaj Lampung yang tercatat hingga Minggu, 7 Juni 2026.

Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M. Ansori F. Citra mengatakan bahwa sebagian besar jemaah mengembuskan napas terakhirnya pasca rangkaian puncak haji.

"Hingga kini ada sembilan jemaah haji yang wafat di Tanah Suci. Dua di antaranya meninggal dunia sebelum melaksanakan ibadah haji," kata M. Ansori.

Ansori menegaskan, hak-hak bagi para jemaah yang wafat selama menjalankan ibadah di Arab Saudi akan tetap dipenuhi oleh pemerintah. Termasuk pemberian hak asuransi.

"Mereka yang wafat akan mendapatkan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini," lanjut Ansori.

Meskipun terdapat jemaah yang berpulang, Ansori menilai secara keseluruhan pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini terbilang lebih baik dan kondusif. Hal itu jika dibandingkan dengan penyelenggaraan haji pada tahun sebelumnya.

Salah satu indikatornya dapat dilihat dari penurunan signifikan pada jumlah jemaah yang sakit maupun jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci.

"Tahun ini pelaksanaan haji jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, yang wafat ada 9 orang. Kemudian mereka yang sakit juga orangnya itu-itu saja, tidak ada yang sampai keluar masuk rumah sakit," terangnya.

Berikut rincian lengkap identitas jemaah haji Lampung yang gugur di Tanah Suci:

  1. Sugiarti Binti Karta Pawira (Kloter JKG 15 – Asal Kabupaten Lampung Utara). Wafat di hotel Makkah akibat komplikasi medis sebelum puncak haji.
  2. Mesno Iro Karso (Kloter JKG 16 – Asal Kabupaten Lampung Timur). Wafat saat masa awal kedatangan jemaah di Madinah.
  3. H. Muhammad Sukono Sarwan (Kloter JKG 21 – Asal Kabupaten Pringsewu). Wafat di RS Shefa Hospital Makkah akibat serangan jantung sesaat setelah menyelesaikan rukun Tawaf Ifadah.
  4. Hj. Sujarmi Panidi Nurwanto / H. Binti Panidi Purwanto (Kloter JKG 18 – Asal Kabupaten Mesuji). Wafat di Makkah pasca-puncak Armuzna karena sakit.
  5. Hj. Suriah Sanusi Tayem Binti Sanusi (Kloter JKG 15 – Asal Kabupaten Lampung Utara).
  6. Hj. Nurhasanah Mardian (Kloter JKG 21 – Asal Kabupaten Pringsewu). Jemaah lansia berusia 86 tahun yang wafat di Makkah akibat kelelahan fisik pasca-Tawaf Ifadah.
  7. H. Sarno Sahrudin Diran / Darmo** (Kloter JKG 19 – Asal Kabupaten Tanggamus). Wafat setelah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit An Noor, Makkah.
  8. H. Ahmad Fadil bin Muh. Nur : Jemaah haji yang tergabung ke dalam Kloter JKG 16, berasal dari Kabupaten Tulang Bawang.
  9. Hj. Muntingah Sukijo Abdullah: Jemaah haji wanita yang tergabung ke dalam Kloter JKG 11 asal Kabupaten Lampung Timur.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.