TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Polres Pematangsiantar menangkap seorang pemuda yang diduga menjadi dalang atas tewasnya seorang wanita paruh baya Risma Siahaan (50).
Pelaku adalah RS (19) yang diamankan dari sebuah losmen di Kota Pematangsiantar.
Penangkapan terhadap RS dilakukan oleh Tim Khusus Dayok Murah dengan melakukan penggerebekan terhadap lokasi persembunyian RS. Dari situ, diketahui RS membawa dompet, uang, hingga KTP korban.
"Pelaku sudah ditangkap dan menjalani proses penyidikan di Mapolres Pematangsiantar," kata Sandy Riz Akbar, Minggu (7/6/2026).
Keberhasilan penangkapan ini mendapat atensi sejumlah pihak di mana jejeran papan bunga memenuhi sepanjang jalan depan Mapolres Pematangsiantar yang beralamat di jalan Sudirman Kelurahan proklamasi, kecamatan Siantar barat kota pematang siantar, dibanjiri papan bunga Ucapan Selamat dan sukses, Jumat (5/6/2026)
Papan bunga ucapan terima kasih yang dikirimkan itu berasal dari lapisan masyarakat Kota Pematangsiantar kepada Kapolres Pematangsiantar, Kasat reskrim dan Seluruh jajaran atas keberhasilan Polres Pematangsiantar yang mengungkap Kasus Pencurian dengan kekerasan (curas) yang mengakibatkan luka berat atau kematian di Jalan Sidamanik Dusun Simarimbun Dolok, Kelurahan Simarimbun Kecamatan Siantar Marimbun Kota Pematangsiantar
Kasi Humas Polres Pematangsiantar IPTU Agustina mengatakan, dengan adanya ucapan terimakasih dan dukungan dari masyarakat ini, polisi termotivasi untuk menegakkan hukum.
"Saya atas nama Polres Pematangsiantar dan mewakili personel yang bertugas di polres pematangsiantar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mensupport dan mendukung polres pematangsiantar dalam upaya mengungkap kasus Curas yang terjadi dikota pematangsiantar," kata Agustina.
Pihak Kepolisian Polres Pematangsiantar juga berharap adanya dukungan dari masyarakat dalam membantu Polres Pematangsiantar dalam mewujudkan rasa aman dan tentram di tengah tengah masyarakat dan untuk mewujudkan rasa aman dan tentram.
"Kita tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari pemerintah Kabupaten, stakeholder, tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, aktivis, pers dan seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar," ujarnya.
(alj/tribun-medan.com)