Kumpul IV Hadirkan Ruang Apresiasi dan Dialog Karya Seni, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah
Ayu Prasandi June 07, 2026 05:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Komunitas kreatif Gua Lokal kembali menggelar program tahunan Kumpul IV, sebuah ruang temu dan apresiasi bagi pegiat seni yang tahun ini berlangsung di Clapham Collective, Ruko Centerpoint Medan, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan keempat ini menjadi wadah bagi seniman dan penikmat seni untuk bertemu, berbagi karya, sekaligus bertukar gagasan, kritik, dan apresiasi terhadap proses kreatif yang dijalani masing-masing peserta.

Perwakilan Gua Lokal, Jedy, menjelaskan bahwa program Kumpul pertama kali digelar pada 2023 dengan gagasan sederhana, yakni menghadirkan ruang berkumpul bagi para pegiat seni.

“Awalnya kami ingin ada satu ruang di mana teman-teman bisa saling melihat karya dan mengumpulkan saran, apresiasi, maupun kritik. Jadi konsepnya memang kumpul karya, kumpul masukan, dan kumpul bareng,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempresentasikan karya yang sedang atau telah mereka selesaikan.

Audiens yang hadir juga diberi kesempatan untuk berdiskusi mengenai gagasan di balik karya, proses penciptaan, hingga hasil akhir yang ditampilkan.

Tahun ini, Kumpul IV diikuti 10 peserta yang menampilkan satu hingga dua karya. Ragam karya yang dipresentasikan mencakup multimedia, lukisan, kolase, pertunjukan (performance), fotografi, hingga film.

Menurut Jedy, tujuan utama kegiatan ini bukan hanya memperlihatkan karya kepada publik, tetapi juga membangun keterhubungan dan jejaring antarsesama pegiat maupun penikmat seni.

“Yang ingin dicapai adalah keterhubungan dan jaringan antar kita yang sama-sama senang dengan seni, baik sebagai pegiat maupun penikmat,” katanya.

Ia menilai stigma bahwa apresiasi seni di Medan rendah tidak sepenuhnya tepat.

Menurutnya, apresiasi hanya bisa dikatakan kurang apabila sebuah pameran atau kegiatan seni yang berkualitas tidak mendapat perhatian dari masyarakat.

Karena itu, melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan dari tahun ke tahun, pihaknya melihat adanya kerinduan dari para pegiat seni untuk memiliki ruang bertemu dan berdiskusi.

“Setiap kegiatan yang kami buat menunjukkan bahwa sebenarnya ada kebutuhan untuk saling terhubung. Khususnya di Kumpul, ini menjadi sesuatu yang dirindukan karena hanya berlangsung setahun sekali,” ujarnya.

Peserta Kumpul IV tidak hanya berasal dari Kota Medan. Beberapa di antaranya datang dari berbagai daerah seperti Langsa, Bireuen, dan Padang.

Selain itu, terdapat pula peserta pameran yang berasal dari Aceh hingga Bengkulu.

Kumpul IV juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang lebih luas. Selain Ruang Temu, terdapat pameran karya yang berlangsung di kawasan Jalan Kalingga, Medan.

Sejumlah seniman yang terlibat dalam pameran tersebut merupakan peserta Kumpul pada tahun sebelumnya.

Mereka telah mengikuti proses diskusi dan pendampingan sejak Maret 2026 yang dilakukan secara daring karena berasal dari berbagai daerah.

Jedy menambahkan, Gua Lokal saat ini berupaya menjadi penghubung antara seniman dengan publik yang membutuhkan ruang apresiasi seni.

“Kami menyebutnya sebagai inisiasi untuk menghubungkan hulu dan hilir seni rupa di Medan. Kami ingin menjadi wadah bagi teman-teman seniman sekaligus orang-orang yang mencari karya-karya mereka. Intinya membangun jejaring bersama,” katanya. 

Salah satu karya yang menarik perhatian datang dari seniman asal Medan, Parulian, yang menampilkan lukisan di atas media kayu. Karya tersebut memadukan unsur kain dan suling Batak dengan dominasi warna ungu yang terlukis indah pada permukaan kayu.

Parulian mengatakan, pemilihan media kayu berangkat dari pengalamannya melihat banyak limbah hasil penebangan pohon di kampung halamannya.

“Saya memilih kayu karena di kampung halaman saya banyak sekali sisa penebangan yang terbuang begitu saja. Hal ini memantik kreativitas saya, kenapa tidak melukis di atas kayu saja,” ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan kayu tidak hanya memberi karakter berbeda pada karya, tetapi juga menjadi upaya memanfaatkan material yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna menjadi media ekspresi seni. 

(cr26/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.