TRIBUNNEWS.COM - Sebuah tragedi memilukan terjadi di Thailand saat seorang bocah berusia 6 tahun bernama Ekkarat Sichan, tewas akibat serangan monyet peliharaan kakeknya sendiri.
Peristiwa ini terjadi di Desa Tambon Theppharat, Kecamatan Sichon, Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand.
Melansir dari Thairath, kasus ini mendadak viral di Thailand dan menyita perhatian publik karena dampaknya yang begitu cepat dan fatal.
Menurut keterangan polisi setempat, insiden nahas ini bermula pada Sabtu pagi (6/6/2026).
Saat itu, Ekkarat yang merupakan siswa kelas 1 SD Ban Khao Yuan Tao, sedang berjalan melintasi area tempat monyet tersebut berada.
Tanpa diduga, monyet ekor panjang yang biasa dipelihara oleh kakeknya, Jaroon, tiba-tiba menyerang korban.
Polisi Kolonel Montri Lenthat dari Polres Subdistrik Plien menjelaskan bahwa monyet tersebut ditambatkan di samping toko kelontong milik kakek korban.
"Monyet tersebut meraih dan menggigitnya, menyebabkan luka parah di dada dan kaki," ujar pihak kepolisian.
Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sichon, nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong akibat luka yang dideritanya.
Baca juga: Belasan Monyet Liar Berkeliaran di Perumahan Tangsel, Warga Takutkan Hal Ini
Diketahui, monyet tersebut telah dipelihara oleh Jaroon sejak masih bayi sebagai teman, bukan untuk dilatih memetik kelapa.
Hewan tersebut biasanya ditambatkan dengan tali panjang di antara dua pohon, lengkap dengan balok kayu untuk memanjat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Tak hanya di Thailand, Tragedi serupa ternyata pernah menggemparkan masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu.
Pada awal April 2026, seorang balita berusia 5 tahun bernama Muhammad Kenzi meninggal dunia setelah diserang oleh monyet peliharaan milik tetangganya di Dusun Togur Laok, Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Sama seperti halnya kasus yang menimpa Ekkarat, dalam kasus di Pamekasan tersebut, monyet lepas dari kandangnya dan menerkam korban hingga menyebabkan luka gigitan fatal.
Korban kemudian meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis yang memadai.
Kejadian ini menjadi sorotan tajam mengenai risiko besar memelihara satwa liar, terutama primata, di lingkungan permukiman padat penduduk.
Berkaca dari dua peristiwa ini, pihak kepolisian baik di Thailand maupun Indonesia sama-sama mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan bijak dalam memelihara hewan.
Baca juga: Kronologi Bidan RSU Besuki Situbondo Tewas di Tangan Suami, Kepala Korban Dipukul Batu
Meskipun seekor monyet dipelihara sejak kecil dan terlihat jinak, insting liar sebagai primata tetap dapat muncul sewaktu-waktu, terutama jika hewan tersebut merasa terganggu atau terancam.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh orang tua agar selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di dekat hewan peliharaan.
(Tribunnews.com/Bobby)