Forum Diskusi KUDET Ikhwan Bahas Relasi Ayah dan Anak dalam Islam untuk Cegah Pergaulan Bebas
Ansari Hasyim June 07, 2026 07:38 PM

 

SERAMBINEWS, BANDA ACEH – Komunitas Kajian Umat Terupdate (KUDET) kembali menggelar forum diskusi khusus ikhwan dengan mengangkat tema “Antara Fitrah dan Amanah: Memaknai Relasi Ayah dan Anak dalam Islam untuk Mencegah Pergaulan Bebas.”

Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran kaum laki-laki, khususnya ayah, dalam membangun ketahanan keluarga serta melindungi anak-anak dari berbagai bentuk penyimpangan perilaku dan pergaulan bebas yang kian mengkhawatirkan.

Forum diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ustadz Fauzi, konselor keluarga dan da’i Kota Banda Aceh, serta Dr. Zulfahrizal, akademisi dari Universitas Syiah Kuala sekaligus aktivis dakwah.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, diikuti peserta dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, aktivis dakwah, hingga para kepala keluarga yang memiliki kepedulian terhadap isu ketahanan keluarga dan pendidikan anak.

Baca juga: KUDET Gelar Diskusi Kebencanaan, Soroti Kondisi Lingkungan dan Kelompok Rentan

Kegiatan ini difasilitasi oleh Komunitas KUDET atas inisiatif Ustadzah Regina Fadilla, S.Psi., selaku founder KUDET.

Ia menjelaskan, forum ini digelar sebagai respons atas keprihatinan terhadap fenomena sosial yang belakangan menjadi perhatian publik, salah satunya kasus viral yang melibatkan mahasiswa dengan dugaan tindakan asusila sesama jenis di lingkungan kampus, yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan oleh orang tua salah satu pihak.

Dalam sambutannya, Ustadzah Regina Fadilla menegaskan pentingnya menghadirkan ruang edukasi yang membahas isu-isu sensitif tersebut secara terbuka, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan pendekatan pendidikan keluarga.

“Kita harus terus membicarakan persoalan ini agar tidak kalah oleh narasi yang justru mengampanyekan kemaksiatan. Namun pembahasannya harus dilakukan dengan ilmu, hikmah, serta kesadaran bahwa keluarga adalah benteng pertama yang harus kita kuatkan,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Zulfahrizal menjelaskan bahwa berbagai persoalan perilaku pada anak dan remaja tidak terlepas dari kualitas hubungan antara ayah dan anak sejak usia dini.

Menurutnya, peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pendidik, sahabat, teladan, serta sumber keteladanan emosional bagi anak.

“Kedekatan emosional ayah dengan anak menjadi benteng penting dalam mencegah pergaulan bebas. Banyak ayah hadir secara fisik, namun tidak secara emosional. Padahal, anak yang tumbuh dengan figur ayah yang dekat, mendengar, membimbing, dan mencintainya akan lebih kuat menghadapi pengaruh negatif di luar rumah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang tanggung jawab ayah sebagai pemimpin keluarga, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga menjaga akidah, akhlak, dan fitrah anak-anaknya.

Sementara itu, Ustadz Fauzi mengajak peserta melihat persoalan LGBT tidak hanya dari sisi perilaku, tetapi juga dari tanggung jawab dakwah dan pendidikan keluarga.

Menurutnya, umat Islam harus bersikap tegas terhadap penyimpangan seksual, sekaligus serius dalam upaya pencegahan melalui penguatan iman dan ketahanan keluarga.

“Sebagai kaum muslimin, kita harus sepakat bahwa perilaku LGBT bertentangan dengan ajaran Islam dan membawa dampak besar. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari rumah melalui pendidikan agama yang kuat, komunikasi yang sehat, pengawasan yang bijaksana, serta keteladanan orang tua,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, turut hadir Drg. Supriadi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, yang memberikan perspektif kesehatan masyarakat.

Ia menekankan bahwa perilaku seksual berisiko tidak hanya berdampak pada aspek moral dan sosial, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, komunitas, dan pemerintah.

“Banyak persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan konsentrasi bersama. Karena itu, penguatan institusi keluarga menjadi sangat penting agar anak-anak dan remaja memiliki lingkungan yang sehat, aman, serta mampu melindungi mereka dari berbagai perilaku berisiko,” paparnya.

Forum diskusi ini menghasilkan kesepahaman bahwa keluarga merupakan institusi utama dalam menjaga fitrah manusia. Sosok ayah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, identitas, dan ketahanan moral anak.

Oleh karena itu, pendekatan pendidikan, keteladanan, komunikasi, dan kedekatan emosional perlu menjadi perhatian utama dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Melalui kegiatan ini, KUDET berharap semakin banyak kaum laki-laki dan para ayah yang menyadari besarnya amanah yang mereka emban, sehingga mampu menjadi pelindung, pendidik, sekaligus sahabat bagi anak-anak mereka.

Dengan demikian, keluarga dapat menjadi benteng pertama dan terkuat dalam mencegah berbagai bentuk pergaulan bebas dan penyimpangan perilaku di tengah masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.