Cegah Penyelewengan, Polres TTU Gelar Patroli dan Pengawasan pada Tiga SPBU di Kota Kefamenanu 
Oby Lewanmeru June 07, 2026 10:42 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Personel Polres Timor Tengah Utara (TTU) di bawah pimpinan perwira pengawas Pamapta I Polres TTU, Aiptu Rofinus Amandus Loe Talo melaksanakan patroli dan pengawasan di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT.

Kegiatan ini bertujuan memastikan stabilitas keamanan serta mengantisipasi potensi gejolak di masyarakat terkait isu fluktuasi dan rencana penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polres TTU. Kegiatan patroli dan pengawasan ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Selain mengontrol data teknis logistik, personil Polres TTU juga menyempatkan diri berdialog serta memberikan himbauan Kamtibmas secara humanis kepada petugas SPBU maupun para konsumen. 

Baca juga: Ketua Satgas MBG TTU Minta SPPG Beli Bahan Pokok dari Petani dan Peternak  

Warga diimbau untuk tertib dalam mengantre, menjaga keamanan lingkungan sekitar, serta tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas seperti praktik kecurangan pengisian.

Kegiatan patroli taktis ini dimulai tepat pukul 13.00 WITA. Patroli dan pengawasan ini melibatkan kekuatan penuh dari personil gabungan piket fungsi Polres TTU.

Patroli rutin ini dilaksanakan di SPBU 54.856.01, SPBU 54.856.02 dan SPBU 54.856.03. Kehadiran personil ini ditujukan sebagai bentuk mitigasi preventif guna menutup ruang bagi pelaku kejahatan maupun oknum yang ingin memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

Saat diwawancarai, Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote mengatakan, dalam kegiatan itu aparat kepolisian melakukan serangkaian tindakan monitoring yang terarah. Personel melakukan koordinasi dan pemantauan langsung dengan pihak manajemen serta operator lapangan untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten TTU tetap terpenuhi. 

"Langkah ini dinilai sangat krusial guna mencegah terjadinya aksi borong massal (panic buying) atau antrean kendaraan yang mengular panjang, yang berpotensi menyumbat arus lalu lintas di sekitar area objek vital SPBU," ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan instruksi dan penegasan langsung kepada jajarannya.

Aparat penegak hukum harus menjalankan fungsi kontrol demi memastikan distribusi energi berjalan secara transparan dan berkeadilan.

Menurutnya, Patroli KRYD ini merupakan langkah pengawasan preventif yang krusial untuk menjamin bahwa penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan tepat sasaran, adil, dan bebas dari praktik penyelewengan. 

"Saya memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan pengawasan ketat dan menindak tegas tanpa toleransi jika ditemukan adanya praktik mafia BBM, penimbunan ilegal, spekulasi sepihak, ataupun manipulasi tera mesin dispenser yang merugikan hak-hak konsumen di Kabupaten TTU," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pencatatan teknis dan rekonsiliasi data ketersediaan logistik pada ketiga SPBU di wilayah kota Kabupaten TTU tersebut, diketahui bahwa pasokan energi bagi masyarakat masih berada dalam kategori aman dan mencukupi. 

Suplai pengiriman BBM dari Depo Pertamina Atapupu, Kabupaten Belu, terpantau berjalan normal dan berkala sesuai dengan kuota permintaan dari masing-masing SPBU.

Berdasarkan data yang diberikan manajemen SPBU, sisa akumulasi stok BBM pada tiga SPBU ini yakni, Bio Solar: 23.769 liter, Dexlite: 18.643 liter, Pertalite: 41.050 liter dan Pertamax: 23.792 liter. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.