Pelatih kepala tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, memuji Lamine Yamal sebagai pemain yang “lahir untuk ini”, membandingkan bakat alami sensasi muda Barcelona itu dengan Lionel Messi. Saat La Roja bersiap menghadapi Piala Dunia, sang pelatih meyakini bahwa pemain sayap mudanya tersebut memiliki kualitas langka yang hanya dimiliki oleh para jenius sejati di dunia sepak bola.
Bakat istimewa yang diciptakan untuk panggung terbesar
Setelah menjalani musim yang luar biasa bersama Barcelona dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik La Liga musim ini, Yamal diperkirakan akan menjadi pusat perhatian dalam skuad tim nasional Spanyol pada musim panas ini.
De la Fuente yakin bahwa pemain sayap Barcelona itu tidak akan terbebani oleh tekanan besar, dengan menyoroti karakter uniknya sebagai alasan utama dari kenaikan pesatnya ke puncak sepak bola dunia.
“Lamine lahir untuk ini. Dia memiliki karakter yang berani. Mungkin tekanan seperti itu akan membuatmu atau aku kewalahan. Tapi anak-anak seperti dia berbeda. Berapa kali kita bertanya tentang seorang pemain: ‘Betapa hebatnya dia, apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia tidak berhasil?’ Karena untuk sukses, kamu harus bukan hanya pandai bermain sepak bola, tapi juga seribu hal lainnya,” ujar sang pelatih kepada The Guardian.
“Lamine berusia 16 tahun saat di Euro, sekarang 18, dia mampu menghadapi tekanan media yang luar biasa dan hampir tidak pernah melakukan kesalahan. Satu menit, satu kesalahan, dan semua sorotan langsung tertuju padanya; itu tidak adil.”
Perbandingan dengan Messi dan sentuhan Tuhan
De la Fuente meyakini bahwa pemain sayap muda itu termasuk dalam kelompok elit pemain yang diberkati dengan bakat luar biasa, tetapi ia juga memperingatkan agar tidak menempatkan beban suksesi Messi di pundak Yamal. Perbandingan dengan ikon Argentina itu sudah muncul sejak Yamal menembus level senior, meskipun sang remaja berusaha menepis pembicaraan tersebut.
De la Fuente setuju bahwa Yamal dan Messi memiliki karunia serupa, dan menurutnya hanya sedikit pemain yang memiliki kemampuan alami untuk mengubah jalannya pertandingan di level tertinggi sejak usia muda.
“Para pesepak bola adalah orang-orang yang sangat berbakat, sangat cerdas. Mereka adalah para jenius, dan ada yang bahkan tersentuh oleh tongkat Tuhan – jumlahnya sangat sedikit. Lamine, Messi...”
Baru-baru ini, sebuah foto lama yang memperlihatkan Messi berusia 20 tahun sedang memandikan bayi Yamal untuk kalender amal kembali muncul di media.
“Mungkin Messi pernah menggendong banyak bayi,” tambah De la Fuente. “Mungkin itu kebetulan. Tapi bagi mereka yang memiliki iman, yang percaya pada sesuatu yang lebih tinggi, ‘kebetulan’ adalah nama samaran Tuhan ketika Ia tidak ingin menandatangani karyanya. Dalam hidup, saya pikir, segala sesuatu terjadi karena suatu alasan.”
Yamal berpacu dengan waktu
De la Fuente memberikan kabar positif mengenai kondisi kebugaran Yamal saat skuad Spanyol bersiap untuk kampanye Piala Dunia 2026. Bintang muda Barcelona itu sebelumnya mengalami cedera hamstring yang sempat menimbulkan kekhawatiran ia akan absen di awal turnamen di Amerika Utara, namun laporan terbaru dari kamp latihan menunjukkan pemulihan cepat sedang berlangsung.
Berbicara mengenai progres sang pemain sayap, De la Fuente terdengar optimistis namun tetap berhati-hati jelang laga melawan Tanjung Verde pada 15 Juni. “Dia pulih dengan cepat, mencapai semua target lebih awal,” katanya. “Saya pikir dia bisa bermain di pertandingan pertama, tapi itu tidak berarti dia pasti akan bermain. Kami akan menilai apakah dia perlu bermain sedikit, tidak bermain sama sekali, atau menunggu hingga pertandingan kedua.”
Jalur Spanyol di fase grup
Spanyol memasuki turnamen ini sebagai salah satu favorit juara, namun mereka harus lebih dulu melewati fase grup yang dimulai melawan Tanjung Verde sebelum menghadapi Arab Saudi pada 21 Juni. Pertandingan terakhir fase grup akan mempertemukan mereka dengan Uruguay pada 26 Juni. Apakah Yamal akan langsung tampil sejak laga pertama atau baru dimainkan secara bertahap, kehadirannya tetap menjadi pusat harapan bangsa yang ingin mengembalikan kejayaan Spanyol di panggung sepak bola dunia. Keputusan akhir terkait perannya kemungkinan akan ditentukan pada sesi latihan terakhir.