Sirene udara mengguncang keras seluruh wilayah utara Israel.
Gelombang serangan rudal Iran hancurkan pendudukan, pecahan pelurunya menghantam sasaran.
Mengutip Al Mayadeen pada (8/6), realisasi dari sumpah-sumpah Iran terlaksana pada Minggu (7/6/2026) malam waktu setempat.
Tepat, setelah pesawat tempur Israel membombardir sebuah bangunan tempat tinggal di daerah Mrjayeh–Tahwitat al-Ghadir di pinggiran selatan Beirut.
Di mana, serangan itu menewaskan dua warga dan melukai 20 lainnya, termasuk delapan wanita dan anak-anak.
Lantas sebagai respons, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal.
Menyebabkan, sirene serangan udara berbunyi di seluruh Haifa, al-Jalil, dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Serta, puluhan wilayah lain di utara yang diduduki.
Laporan media Israel menyebutkan bahwa ledakan keras terdengar di utara saat rudal atau pecahan pelurunya menghantam sasaran.
Sementara, televisi pemerintah Iran mengumumkan peluncuran gelombang rudal Iran menuju target di wilayah pendudukan mencapai tujuan.
Bahkan, menyebabkan lalu lintas udara di Bandara Ben Gurion dihentikan dan tempat perlindungan bom di seluruh Israel dibuka setelah peluncuran rudal dari Iran terdeteksi.