UNG Gorontalo Perkuat Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa FMIPA Gelar Satu Ekosistem Lestari 2026
Tita Rumondor June 08, 2026 09:42 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan ditunjukkan secara langsung oleh mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) melalui penyelenggaraan kegiatan SEL (Satu Ekosistem Lestari) 2026.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini berlangsung di kawasan Pantai Botutonuo Lorong 5, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (6/6).

Mengangkat tema “Satu Aksi untuk Lingkungan Hidup, Seribu Dampak untuk Masa Depan”, program tersebut mempertemukan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, dosen, masyarakat, pemerintah daerah, hingga PT Gorontalo Minerals sebagai mitra strategis dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut di Gorontalo.

Baca juga: Rektor UNG Apresiasi Dosen FIP yang Publikasikan Riset Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Aksi Bersih Pantai dan Transplantasi Terumbu Karang

Sejak pagi hari, kawasan Pantai Botutonuo dipadati peserta yang terlibat dalam berbagai kegiatan lingkungan.

Selain melakukan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah yang berserakan, para peserta juga mengikuti kegiatan transplantasi terumbu karang sebagai bagian dari upaya konservasi bawah laut.

Aksi ini mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan ekosistem laut yang saat ini menghadapi beragam tantangan lingkungan.

Dosen Pembimbing Mahasiswa, Dr. Abubakar Sidik Katili, S.Pd., M.Sc., mengatakan bahwa SEL 2026 menitikberatkan pada dua kegiatan utama, yakni rehabilitasi terumbu karang dan pembersihan kawasan pantai.

Menurutnya, kedua agenda tersebut berperan penting dalam menjaga kelangsungan ekosistem pesisir.

“Melalui transplantasi terumbu karang, kami berupaya membantu pemulihan ekosistem bawah laut dengan menanam fragmen karang pada media yang telah disiapkan. Sementara aksi bersih pantai dilakukan untuk mengurangi akumulasi sampah, terutama sampah plastik yang menjadi ancaman serius bagi kehidupan laut,” jelas Sidik.

Baca juga: UNG Dorong Peningkatan Kualitas Akademik Lewat Akreditasi Prodi Kepelatihan Olahraga

Kolaborasi Kampus, Masyarakat, dan Dunia Industri

Ia juga menuturkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah PT Gorontalo Minerals yang turut menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan komunitas setempat.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas kemahasiswaan, SEL 2026 turut dirangkaikan dengan program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen-dosen Jurusan Biologi FMIPA UNG di Desa Botutonuo.

Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan sektor industri tersebut menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama, M.Si., berharap kegiatan serupa mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi antarberbagai pihak.

“Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dan dunia industri agar upaya konservasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Baca juga: Prestasi Nasional, Mahasiswa UNG Bawa Pulang Silver Medal dari EduTalk Fair 2026

Wujud Nyata Kepedulian Generasi Muda terhadap Lingkungan

Apresiasi juga datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., yang menilai inisiatif mahasiswa FMIPA dalam menggelar aksi konservasi lingkungan sebagai langkah positif.

Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dilakukan secara berkesinambungan.

“Lingkungan yang lestari tidak tercipta dalam satu hari. Ia dibangun melalui kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata yang dilakukan secara berkelanjutan. Apa yang dilakukan mahasiswa hari ini merupakan langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi masa depan,” ungkap Amir.

Melalui SEL 2026, mahasiswa Biologi FMIPA UNG membuktikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya sebatas seremoni.

Berbagai aksi nyata yang dilakukan, mulai dari penanaman bibit terumbu karang hingga pembersihan sampah di kawasan pantai, menjadi wujud kontribusi konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Gorontalo.

Kegiatan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (***/UNG)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.