Tri Rismaharini Kenang Sosok Visioner Prof Johan Silas Sebagai Perintis Surabaya
Titis Jati Permata June 08, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Dunia akademik dan perencanaan kota Indonesia berduka. 
Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Johan Silas meninggal dunia pada Senin (8/6/2026) pukul 03.24 WIB di RS Kemenkes Indrapura Surabaya.

Kepergian tokoh yang dikenal sebagai perintis konsep pembangunan kota berbasis masyarakat itu meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan. 

Salah satunya mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang pernah menjadi mahasiswanya di ITS.

Cara Pandang Prof Johan yang Visioner

Risma mengenang Prof Johan sebagai sosok guru yang memiliki cara pandang jauh melampaui zamannya. 

Saat masih kuliah, dia mengaku kerap kesulitan memahami materi yang disampaikan karena pembahasannya selalu berorientasi jangka panjang dan melihat kota secara menyeluruh.

"Beliau itu memang visioner. Sangat visioner orangnya," ujar Risma saat ditemui di ITS, Senin (8/6/2026).

KENANG PROF JOHAN - Mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat diwawancarai SURYA.co.id di Kampus ITS, Surabaya, Senin (8/6/2026). Risma mengenang Prof Johan Silas sebagai sosok guru yang memiliki cara pandang jauh melampaui zamannya.
KENANG PROF JOHAN - Mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat diwawancarai SURYA.co.id di Kampus ITS, Surabaya, Senin (8/6/2026). Risma mengenang Prof Johan Silas sebagai sosok guru yang memiliki cara pandang jauh melampaui zamannya. (Surya.co.id/Sulvi Sofiana)

Menurut Risma, berbagai gagasan yang disampaikan Prof Johan baru benar-benar dipahaminya ketika terjun ke dunia pemerintahan. 

Penggagas Master Plan Surabaya

Sosok yang dikenal sebagai pakar permukiman dan tata kota itu merupakan salah satu penggagas Master Plan Surabaya 2000 yang disusun sejak 1978.

Dari perencanaan tersebut lahir berbagai konsep pengembangan infrastruktur yang kini menjadi bagian penting Kota Surabaya, seperti Middle East Ring Road (MERR), 

Baca juga: Sosok Prof Johan Silas, Pakar Tata Kota ITS yang Meninggal Hari Ini, Peraih Habitat Scroll of Honour

Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT), Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), hingga jaringan jalan radial.

"Saat saya jadi wali kota, saya berusaha mewujudkan perencanaan beliau tahun 1978 itu. Dan alhamdulillah MERR tuntas, kemudian Ahmad Yani tuntas," katanya.

Kenangan Risma Bersama Prof Johan

Risma mengaku memiliki banyak kenangan bersama dosennya tersebut.

Salah satunya saat menjalani penelitian tugas akhir di kawasan lokalisasi. 

Ketika itu, Prof Johan sempat memarahinya karena meninggalkan titik pengamatan yang telah ditentukan.

Meski sering berdebat di kelas, hubungan keduanya tetap dekat. 

Risma bahkan mengingat ucapan almarhum yang menyebut dirinya sebagai salah satu mahasiswa kesayangan.

Hubungan itu terus berlanjut setelah Risma lulus kuliah.

Saat bertugas di Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) hingga menjabat wali kota, ia masih kerap meminta masukan Prof Johan dalam berbagai penyusunan kebijakan pembangunan.

"Beliau bantu saya untuk menerjemahkan perencanaan-perencanaan itu. Saat itu juga membuat Surabaya Urban Development Policy 2018, beliau jadi salah satu yang membantu," tuturnya.

Disemayamkan di Adi Jasa Surabaya

Prof Johan Silas dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan ilmu perencanaan kota dan permukiman di Indonesia. 

Berbagai gagasannya menjadi fondasi pembangunan Surabaya modern dan terus digunakan sebagai rujukan dalam perencanaan kota hingga saat ini.

Berdasarkan informasi keluarga, jenazah Prof Johan akan disemayamkan di Adi Jasa Surabaya mulai Rabu (10/6/2026). 

Misa requiem dijadwalkan berlangsung di Gereja Katedral Surabaya pada Sabtu (13/6/2026) sebelum prosesi kremasi dan pemakaman yang akan dilaksanakan pada Minggu (14/6/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.