WARTAKOTALIVE.COM - Dilaporkan 19 orang tewas akibat gempa 7,8 magnitudo di Filipina pada Senin (8/6/2026) pagi.
Hingga Senin siang, Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana (NDRMMC) Filipina melaporkan 19 warganya meregang nyawa akibat gempa.
Sementara itu sebanyak 134 orang dilaporkan terluka dan 12 orang lainnya hilang.
Korban tewas terbanyak dialami di Soccksargen di mana 16 orang tewas dan 12 masih hilang serta 129 luka-luka akibat gempa.
Kemudian korban tewas juga ditemukan di Davao yakni sebanyak 3 orang dan 5 luka-luka.
Angka korban ini pun masih akan terus diperbaharui mengingat pihak NDRMMC masih melakukan pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan menurut media Rappler.
Sementara itu, juru bicara OCD, Junie Castillo, mengatakan bahwa pihak berwenang setempat sedang menilai kerusakan pada infrastruktur penting seperti Bandara General Santos.
Otoritas Penerbangan Sipil Filipina sebelumnya menangguhkan operasi di bandara tersebut sambil menunggu penilaian terhadap peralatan dan fasilitasnya
Kantor Lapangan DSWD-Soccsksargen juga masih mencari warga yang tertimpa bangunan yang runtuh di Kota General Santos akibat gempabumi.
Gempa yang dirasakan cukup kuat di Sulawesi dan Kalimantan itu juga memadamkan listrik di 864.000 rumah tangga di Filipina.
Bukan hanya meruntuhkan bangunan penting di Filipina, gempa yang menimbulkan tsunami itu juga memutus sejumlah akses vital di Filipina.
Dilaporkan media nasional Filipina Inquirer.net Pemerintah Daerah Tboli mengatakan bahwa jalan raya dari Barangay Tbolok menuju Kota General Santos tidak dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan.
Baca juga: Detik-detik Gedung di Filipina Roboh Usai Dihantam Gempa 7,8 Magnitudo
Sekitar 40 hingga 50 meter dari jalan beton di wilayah tersebut telah ambruk, sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui bahkan oleh sepeda motor sekalipun.
Sebelumnya dilaporkan sejumlah gedung di Filipina roboh saat diguncang gempa 7,8 magnitudo yang terasa hingga Sulawesi dan Kalimantan.
Gempa yang berpusat di 16 mil barat daya Kablalan, dan berada pada kedalaman sekitar 10 km itu menimbulkan Peringatan Tsunami Pasifik.
Diperingatkan gelombang tsunami setinggi 10 kaki diprediksi terjadi di beberapa pantai Filipina, sementara gelombang setinggi hingga tiga kaki dapat menghantam Indonesia dan Malaysia.
Kepala lembaga Filipina Teresito Bacolcol seperti dimuat Fox10 memperingatkan masyarakat untuk mengungsi di tempat yang lebih tinggi.
“Kami menyarankan masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau pergi lebih jauh ke pedalaman," kata Teresito.
Gempa yang terjadi Senin (8/6/2026) pagi itu dilaporkan membuat gelombang yang lebih kecil terlihat di Taiwan, Jepang, Guam, Papua Nugini, dan negara-negara kepulauan lainnya.
Menurut Polisi setempat gempa yang terjadi Senin pagi ini adalah gempa terkuat di Filipina.