Dilantik Jadi Kepala BGN, Nanik Fokus Efisiensi Anggaran
Joanita Ary June 08, 2026 09:17 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (8/6/2026).

Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut dalam menjalankan berbagai program peningkatan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

Pelantikan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta itu juga diikuti dengan pengangkatan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Kehadiran jajaran baru ini diharapkan dapat memperkuat kinerja lembaga yang memegang peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Usai pelantikan, Nanik menegaskan bahwa salah satu perhatian utama dalam masa kepemimpinannya adalah memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara lebih efisien.

Menurut dia, upaya efisiensi menjadi penting di tengah tantangan fiskal dan kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan program-program strategis pemerintah.

"Kami concern pada efisiensi anggaran," ujar Nanik kepada awak media setelah prosesi pelantikan.

Meski demikian, Nanik memastikan langkah efisiensi yang akan dilakukan tidak akan mengurangi sasaran maupun target penerima manfaat program gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa efisiensi yang dimaksud lebih diarahkan pada optimalisasi penggunaan anggaran agar setiap rupiah yang dikeluarkan mampu memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat.

Menurut Nanik, BGN akan melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelaksanaan program guna memastikan penggunaan sumber daya berlangsung secara tepat sasaran, efektif, dan akuntabel.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap manfaat program gizi tetap dapat dirasakan secara luas tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

Pelantikan pimpinan baru BGN ini berlangsung di tengah perhatian besar pemerintah terhadap program pemenuhan gizi nasional.

Lembaga tersebut menjadi salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, menurunkan angka stunting, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.

Masuknya Nanik bersama dua wakil kepala yang baru juga menandai babak baru kepemimpinan di BGN.

Tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait perluasan cakupan layanan gizi, tetapi juga memastikan program-program yang berjalan mampu mempertahankan kualitas layanan di tengah tuntutan efisiensi dan pengelolaan anggaran yang semakin ketat.

Dengan mandat yang diberikan Presiden Prabowo, jajaran baru BGN diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara efektivitas program dan disiplin fiskal.

Komitmen tersebut, menurut Nanik, akan menjadi landasan utama dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala BGN, sehingga target peningkatan kualitas gizi masyarakat tetap dapat dicapai tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat yang telah direncanakan pemerintah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.