Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas para pelaku aksi tawuran yang menyerang korban salah sasaran di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Menurut dia, polisi harus segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat dan menjebloskan mereka ke dalam jeruji besi. Tindakan kekerasan tersebut terlebih lagi salah sasaran, kata dia, merupakan hal yang tak bisa ditoleransi.
"Korban cuma sedang nongkrong di warung, tidak mengganggu siapa pun, tapi malah dianiaya dan dirampas motornya," kata Sahroni di Jakarta, Senin.
Dia menilai aksi tersebut bukan lagi kenakalan remaja, melainkan sudah menjadi tindak kriminal yang mengancam keamanan masyarakat.
Menurut dia, ketegasan aparat sangat diperlukan agar para pelaku tawuran dan kejahatan jalanan memahami bahwa tindakan mereka akan berujung pada konsekuensi hukum yang berat.
Para pelaku, kata dia, harus ditindak tegas agar menjadi peringatan bagi kelompok-kelompok lain yang masih menganggap kekerasan jalanan sebagai suatu hal yang wajar.
"Jangan sampai ada kesan bahwa aksi tawuran, begal, dan kekerasan jalanan ini hal biasa. Masyarakat berhak merasa aman saat beraktivitas, baik saat bekerja malam, pergi ke pasar, beribadah subuh, maupun sekadar berkumpul dengan teman," katanya.
Sebelumnya, sebuah kasus kriminal viral di media sosial karena ada rekaman video CCTV yang menunjukkan dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) dan penganiayaan terhadap dua orang remaja di Dusun Cirejag, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Sabtu (6/6).
Polres Karawang pun telah melakukan identifikasi kedua pelaku berinisial AG dan SP. Pelaku diduga salah mengenali identitas korban dan mengira kedua remaja warga Kecamatan Klari tersebut adalah anggota kelompok lawan yang sedang mereka cari.





