TRIBUNJATENG.COM, PATI - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mencatat setidaknya ada 10 desa yang tersebar di dua kecamatan terdampak parah akibat bencana banjir rob.
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, banjir luapan air laut ini telah merendam ratusan hektare area tambak yang menjadi komoditas utama masyarakat di wilayah pesisir tersebut.
Baca juga: Rob Sayung: Dampak dari Kebijakan yang Tidak Tepat
Kepala DKP Kabupaten Pati, Hadi Santosa, merincikan bahwa wilayah terdampak meliputi tiga desa di Kecamatan Margoyoso, yaitu Desa Margotuhu Kidul, Semerak, dan Margoyoso.
Sementara itu, di Kecamatan Tayu terdapat tujuh desa terdampak, antara lain Desa Dororejo, Jepat Kidul, Margomulyo, Keboromo, Tunggulsari, Sambiroto, dan Jepat Lor.
Menurut Hadi, wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Desa Tunggulsari, Margomulyo, Jepat Lor, dan Jepat Kidul.
Dari total 10 desa tersebut, luas lahan tambak ikan yang terendam banjir rob mencapai ratusan hektare.
"Untuk tambak yang terdampak itu total dari 10 desa itu ada 436,65 hektare. Dan ini sekitar 40 persen dari luas tambak yang ada," kata Hadi Santosa saat ditemui awak media di Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Senin (8/6/2026).
Hadi menambahkan bahwa bencana banjir rob ini sangat memukul para petambak lokal. Pasalnya, sebagian besar komoditas ikan di dalam tambak yang didominasi oleh jenis ikan nila salin rata-rata sudah siap dipanen sekitar satu bulan lagi.
Akibat rendaman banjir yang merusak ekosistem tambak, total nilai kerugian ekonomi yang diderita masyarakat secara nominal ditaksir mencapai Rp 50 miliar.
Situasi banjir musiman ini sebenarnya telah teridentifikasi dan berulang sejak tahun lalu.
Hadi menjelaskan bahwa DKP Pati telah mengusulkan sejumlah langkah mitigasi jangka panjang ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD Kabupaten Pati sejak awal tahun 2026.
Baca juga: Menanti Giant Sea Wall, Warga Pilangsari Kendal 5 Tahun Bertahan dari Kepungan Rob
Prioritas usulan pembenahan difokuskan pada perbaikan saluran air atau sungai di sekitar kawasan tambak, serta perbaikan jalan usaha tambak yang rusak akibat genangan air.
Sebagai langkah penanganan darurat saat ini, DKP Kabupaten Pati aktif melakukan koordinasi dengan BPBD untuk menyalurkan bantuan teknis guna mencegah luapan rob meluas.
Upaya pembendungan sementara akan dilakukan melalui peninggian tanggul dan pembuatan tanggul darurat menggunakan kantong-kantong berisi pasir demi membantu kelompok petambak maupun nelayan di area pesisir. (mzk)