Andros Townsend memimpin seruan agar Christian Eriksen mempertimbangkan untuk pensiun dari sepak bola profesional setelah gelandang tersebut mengalami kolaps kedua yang menakutkan di tengah pertandingan. Dunia sepak bola dibuat terkejut pada hari Minggu ketika pemain berusia 34 tahun itu tumbang saat laga persahabatan antara Denmark melawan Ukraina, hampir lima tahun setelah insiden serangan jantungnya di Euro 2020.
Mantan rekan setim menyerukan pensiun
Townsend menyarankan agar mantan rekan setimnya di Tottenham, Eriksen, kini memprioritaskan kesehatan dan keluarganya dengan menggantung sepatu. Insiden yang mengkhawatirkan itu terjadi pada menit ke-65 pertandingan Denmark melawan Ukraina di Odense, ketika Eriksen tiba-tiba terjatuh ke lapangan, membuat pertandingan segera dibatalkan.
Berbicara kepada talkSPORT, Townsend menyampaikan keprihatinannya terhadap bintang Wolfsburg tersebut. “Tentu saja, dari luar, ya, saya akan menyarankannya,” ujarnya. “Ada begitu banyak hal penting lain yang perlu dikhawatirkan, dia punya keluarga yang luar biasa untuk dijaga. Tapi siapa yang tahu apa yang ada di pikiran seseorang? Apalagi seorang pesepak bola yang telah bekerja keras untuk mencapai posisinya, yang hampir kehilangan nyawa di lapangan dan kemudian berhasil kembali bermain untuk Manchester United, salah satu klub terbesar di dunia. Jadi, sulit untuk mengetahui apa yang dia rasakan, tapi jelas saat ini ada hal-hal yang lebih penting untuk dipikirkan daripada pertandingan sepak bola.”
Pembaruan medis dan respons alat pacu jantung
Meski insiden tersebut sangat menggetarkan, kabar positif datang mengenai kondisi Eriksen. Federasi Sepak Bola Denmark (DBU) mengonfirmasi bahwa sang gelandang dalam keadaan sadar dan stabil setelah dibawa ke Rumah Sakit Universitas Odense. Hal yang paling penting, petugas medis menyatakan bahwa alat defibrillator implan (ICD) yang dipasang pada Eriksen pada tahun 2021 berfungsi dengan sempurna saat keadaan darurat itu terjadi.
Dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, memberikan penjelasan lebih lanjut: “Saya berbicara dengan Christian pagi ini, dan kondisinya baik. Dia bersama keluarga dan dalam suasana hati yang positif. Harapannya, dia akan segera dipulangkan dan dapat kembali ke rumah. Kami menjaga para pemain dan staf dengan baik serta terus berkomunikasi dengan mereka.” Boesen juga menjelaskan bahwa meskipun Eriksen sempat kehilangan kesadaran, alat pacu jantungnya merespons dengan benar sehingga ia akhirnya mampu berjalan meninggalkan lapangan dengan bantuan.
Mengingat kembali Euro 2020
Insiden ini memunculkan kembali kenangan akan serangan jantung Eriksen di laga fase grup Euro 2020 melawan Finlandia. Sejak peristiwa yang mengubah hidupnya itu, Eriksen secara luar biasa mampu melanjutkan karier di level tertinggi, bermain gemilang bersama Brentford dan Manchester United sebelum bergabung dengan klub Bundesliga, Wolfsburg. Namun, kejadian terbaru ini kembali memicu perdebatan tentang apakah risiko untuk terus bermain kini sudah terlalu besar.
Townsend mengakui bahwa alat ICD memberi perlindungan yang tidak dimiliki kebanyakan orang, tetapi ia juga menilai bahwa momen kolaps tersebut tetap traumatis bagi siapa pun yang menyaksikannya. “Itu momen yang menakutkan, tapi saya pikir sebenarnya... saya tidak ingin terdengar salah, tapi saya rasa dia seaman mungkin, karena alat defibrillator itu bisa memberikan kejutan listrik jika hal seperti itu terjadi — dan memang terjadi kemarin,” tambahnya.
Dukungan dari dunia sepak bola
Setelah insiden itu, pesan dukungan berdatangan dari seluruh penjuru dunia. Manchester United, klub tempat Eriksen bermain selama tiga musim, merilis pernyataan yang mengirimkan “kekuatan dan cinta” kepada sang pemain serta keluarganya. Tottenham juga menyampaikan pesan kepada mantan playmaker mereka, berharap ia “segera pulih sepenuhnya” sembari menjalani pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebab pasti dari ketidaknyamanan di dadanya.
Fokus kini tertuju pada hasil tes medis lanjutan yang akan dilakukan dalam 72 jam ke depan. Eriksen diperkirakan akan membuat pernyataan pribadi setelah kondisi kesehatannya lebih jelas, di mana ia akan dihadapkan pada keputusan besar: apakah akan melanjutkan karier profesionalnya atau mengakhiri perjalanan luar biasa di dunia sepak bola.