Tribunlampung.co.id, Jakarta - Penampakan barang bukti berupa uang tunai jutaan rupiah dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim Edison.
Baca juga: KPK Amankan 10 Orang Termasuk Bupati Edison, Ditangkap di Jakarta dan Sumsel
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan barang bukti yang diamankan yakni uang senilai ratusan juta rupiah.
"Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah," Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, dikutip dari Tribunnews, Senin (8/6/2026).
Ia mengatakan operasi senyap itu dilakukan sejak Minggu (7/6/2026) malam.
"Ini terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh PN (Penyelenggara Negara) di wilayah Kabupaten Muara Enim dari pihak swasta, berkaitan dengan pengadaan-pengadaan yang ada di lingkup Pemkab Muara Enim," jelasnya.
Meski begitu, Budi belum merinci lebih detail terkait identitas sejumlah orang yang terjaring OTT tersebut.
Ia hanya menyebut jika mereka tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif baik di Polda Sumsel maupun di gedung KPK.
KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jakarta dan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Dalam OTT, 10 orang diamankan termasuk Bupati Muara Enim, H Edison.
"Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati. Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta," kata Budi Prasetyo.
Meski begitu, Budi belum merinci soal kronologi hingga identitas sejumlah orang yang terjaring dalam OTT tersebut.
"Tim masih di lapangan, kami akan update kembali perkembangannya," ungkapnya.
Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, KPK kini memiliki batas waktu maksimal 1x24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap mereka yang diamankan.
Waktu tersebut akan digunakan oleh penyidik untuk melakukan gelar perkara sekaligus menentukan status hukum dari para pihak yang terjaring dalam OTT kali ini.
H Edison SH MHum merupakan seorang politikus Partai NasDem yang saat ini menjabat sebagai Bupati Muara Enim periode 2025–2030.
H Edison dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Bupati pada 20 Februari 2025.
Pria kelahiran Muara Enim pada 6 Maret 1968 tersebut dikenal sebagai birokrat senior dengan latar belakang hukum dan aktif dalam organisasi sosial-keagamaan.
Ia merupakan lulusan sarjana hukum Universitas Sumatera Utara pada 1992.
Kemudian, ia meraih gelar magister hukum dari Universitas Sriwijaya pada 2002.