Jatim Terpopuler: Nasib Bidan usai Diduga Selingkuh Hingga Ledakan Balon Udara Rusak Sekolah
Torik Aqua June 09, 2026 06:14 AM

 

Di antaranya, kenaikan harga sembako imbas melemahnya Rupiah membuat daya beli masyarakat turun.

Selanjutnya ada suami habisi nyawa istri yang diduga selingkuh.

Hingga ledakan petasan dari balon udara tanpa awak merusak sekolah.

Berikut selengkapnya:

Imbas dolar naik, daya beli masyarakat turun

Harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional mulai terdampak nyata atas lonjakan nilai tukar mata uang asing (dolar).

Tak tanggung-tanggung, kenaikan harga yang cukup signifikan ini memicu penurunan daya beli masyarakat hingga 25 persen.

Baca juga: Anomali Harga Cabai & Daging Ayam di Kota Malang Turun, Bawang & Tepung Beras Malah Naik

Pantauan TribunJatim.com di Pasar Gadang Lama, Kota Malang, Senin (8/6/2026) pagi, nampak para pembeli tidak seramai biasanya.

Seorang pedagang sembako di Pasar Gadang Lama, Suliono, mengungkapkan bahwa kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas tepung beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Suliono yang sudah berdagang sejak 16 tahun silam, merinci perubahan harga beberapa komoditas utama di Pasar Gadang Lama. 

"Yang paling naik sekarang tepung beras dari semula Rp128 ribu sekarang jadi Rp150 ribu per bal (isi 10 kg)," terang pria berusia 61 tahun ini. 

"Lalu ada Minyak Goreng (merk Well) semula Rp215 ribu menjadi Rp248 ribu per karton/kemasan. Terus ada gula pasir  yang awalnya Rp15 ribu sekarang Rp17 ribu per kilogram," urainya.

Sementara itu, untuk komoditas Minyakita (minyak goreng subsidi pemerintah), Suliono mengaku, pasokannya sudah lama kosong dan tidak keluar lagi di pasaran.

"Sudah lama hilang kalau Minyak Kita, lima bulan lebih gak ada disini (pasar)," tegasnya. 

Dikonfirmasi mengenai penyebab utama kenaikan harga-harga tersebut, Suliono membeberkan bahwa tingginya nilai tukar dolar menjadi pemicu utama. 

Selain itu, kenaikan harga bahan baku kemasan juga ikut andil.

"Katanya, dulu itu pertama penyebabnya harga plastik naik. Tapi terutama sekarang kan dolar sampai sekian tingginya," ujar Suliono.

Melambungnya harga barang-barang kebutuhan meroket ini jelas memukul omzet para pedagang. 

Konsumen cenderung menahan diri dan mengurangi porsi belanjaan mereka. 

Suliono mengeluhkan terjadinya penurunan antusiasme dan jumlah pembeli yang cukup drastis di tokonya.

"Berkurang mas, berkurang sekitar 25 persen antusias pembelinya," pungkasnya.

Para pedagang berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah taktis untuk menstabilkan nilai tukar mata uang dan menjaga pasokan barang baku agar harga kebutuhan pokok kembali terjangkau oleh masyarakat luas.

Sementara itu salah satu pembeli, Sri Rahayu, mengaku resah dengan harga bahan pokok yang terus naik. 

Sri Rahayu yang membeli bahan pokok untuk dijual kembali (reseller) mengeluhkan modal yang membengkak, namun margin keuntungan justru kian menipis.

"Semua naik ini mulai beras, tepung, gula, hingga minyak," jelas Sri kepada TribunJatim.com.

Sri mengeluhkan uang belanja bulanan yang kini tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jika semua harga barang terus merangkak naik.

"Ya, inginnya harga-harga turun. Kan rakyat kecil, ya. Inginnya semuanya diturunkan. Uang belanja enggak cukup kalau semuanya naik," ujar Sri dengan nada pasrah. 

Berdasarkan update terkini per, Senin (8/6/2026) nilai tukar rupiah 1 dolar Amerika Serikat setara dengan Rp18.165 rupiah.

Suami habisi nyawa bidan yang diduga selingkuh

Polres Situbondo mengungkap motif R nekat menghabisi nyawa istrinya sendiri yang seornag bidan, Murtafia Rafika Dewi (34).

Rupanya, R nekat membunuh istrinya karena sakit hati.

Baca juga: Komoditas Impor Terdampak Gejolak Global, Harga Bawang Putih & Beras Kompak Naik di Madiun

Pelaku yang merupakan suami Murtafia Rafika Dewi tersebut nekat menghabisi istrinya sendiri karena diduga berselingkuh dan sakit hati.

"Motifnya, pelaku sakit karena diduga diselingkuhui," ujar Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Selimat, Senin (08/06/2026).

Berdasarkan keterangan pelaku, kata mantan Kapolsek Pungging, Mojokerto ini, pelaku telah pisah ranjang dengan istrinya.

"Ngakunya telah tiga bulan pisah ranjang," katanya.

Selimat menjelaskan, penganiyaan yang menyebabkan kematian tersebut karena pelaku mencurigai istrinya telah bersama laki-laki lain.

Namun, saat ditanya adanya unsur perencanaan, Selimat menegaskan tidak ada.

Perbuatan tersebut dilakukan secara spontanitas pada saat pelaku merasa kesal dengan istrinya.

"Sehingga pelaku memukul korban dengan tangan kosong dan menggunakan batu yang dipukulkan kepala korban," jelasnya.

Saat ditanya kronologis kejadianya, Selimat menjelaskan, pelaku sempat menjemputnya di rumah sakit dan mengajak pulang ke rumahnya.

"Di tengah perjalanan itulah terjadi cekcok antara korban dan pelaku, disitulah awal terjadinya pembunuhan itu," katanya.

Ditegaskan, akibat pukulan tersebut, korban meninggal dunia, pelaku berusaha untuk menghilangkan jejaknya dengan membuang jasad korban ke saluran drainase.

"Korban dibuang ke drainase didekat TKP," pungkasnya.

Bidan bernama Murtafia Rafika Dewi ini ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tertutupi potongan pohon di dalam selokan air atau saluran drainase tersebut.

Korban dihabisi oleh suaminya sendiri, karena diduga dipicu cemburu, setelah itu, jasadnya dibuang pelaku ke saluraran drainase.

Kabar penemuan mayat perempuan berusia 34 tahun ini dengan cepat menyebar di masyarakat.

Lantaran lokasi penemuannya berada pinggir jalan raya pantura Situbondo.

Ledakan petasan merusak sekolah

Suara ledakan petasan yang diduga berasal dari balon udara tanpa awak mengagetkan warga sekitar SMAN 1 Badegan, di Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (7/6/2026) pagi.

Akibat dentuman keras tersebut, dua kaca jendela ruang kelas retak hingga pecah, sementara plafon toilet sekolah runtuh akibat getaran yang ditimbulkan.

Baca juga: BGN Suspend Ratusan SPPG di Jatim, Banyak Mitra sampai Sudah Ajukan Pinjaman untuk Investasi

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, ini juga mengakibatkan kerusakan pada atap dan genteng di beberapa titik sekolah.

Hingga kini, asal balon udara yang membawa petasan tersebut masih belum diketahui.

"Yang rusak itu jendela di kelas XI-5 dan XII-10.  Rusaknya kaca jendela. Kemudian atap di XII-10 lalu genteng pecah. Juga plapon toilet runtuh. Mungkin karena getaran," ungkap Waka Humas SMAN 1 Badegan, Priandana Widatmo Putro, Minggu (7/6/2026).

Dia tidak mengetahui pasti bagaimana kronologinya.

Namun, Priandama mengaku datang ke sekolah sekitar pukul 06.50 WIB.

"Katanya ada dentuman. Saya datang ke sini jam 7 kurang, jadi ya sebenarnya saya enggak bisa cerita infonya jam 6 atau seperti apa. Ada dentuman lalu ada kerusakan," katanya.

Beruntung, jelas dia, ledakan terjadi pada hari Minggu, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

"Tetapi kalau aktif tentu menganggu ya. Di area yang rusak itu, jika istirahat anak-anak mau jalan kan berbahaya kalau enggak cepat kita betulin," urainya.

Priandana menyatakan masih akan mendata bagian sekolahan yang rusak.

"Kerugian berapa dari sarana prasarana belum bisa kami sampaikan," tegasnya.

Kanitreskrim Polsek Jambon, Aiptu Marsidi Condro Yuwono mengatakan, memang ada ledakan dari petasan balon udara tanpa awak di SMAN 1 Badegan.

"Jendela ada 2 yang pecah sama plafon di toilet. Belum tau balon udara dari mana masih kami dalami," pungkasnya.

Terlihat di langit

Warga sekitar SMAN 1 Badegan, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim dikagetkan dengan suara ledakan, Minggu (7/6/2026).

Bagaimana tidak, suara ledakan terdengar di lokasi sangat memekan telinga.

Beberapa warga bahkan menyebut ledakan pasca balon udara tanpa awak terlihat di langit.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.