Renungan Katolik Hari Ini Rabu 10 Juni 2026 Orang Tak Beriman Butuh Bukti Iman dari Allah yang Benar
Gordy Donovan June 10, 2026 08:47 AM

Oleh :  Pastor Frans Banusu 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Rabu 10 Juni 2026.

Tema renungan Katolik hari ini "orang tak beriman butuh bukti Iman dari Allah yang benar".

Renungan Katolik hari ini untuk hari Rabu Biasa X, Santo Henrikus Balzano, Pengaku Iman yang Rendah Hati, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 10 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Hari Rabu 10 Juni 2026, Memilih Tuhan di Tengah Banyak "Baal" Zaman Modern

Bacaan Pertama 1Raj. 18:20-39

Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel. Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.

Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya. Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api,

tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api. Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!" Seluruh rakyat menyahut, katanya: "Baiklah demikian!"

Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: "Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api."

Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: "Ya Baal, jawablah kami!" Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu.

Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga."

Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.

Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu. Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. ?Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel." ?

Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih. Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.

Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,

sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itupun penuh dengan air. Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.

Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali." Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.

Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku.”
Bertambahlah kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan kurban curahan mereka, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka dengan bibirku.

Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Bait Pengantar Injil: Alleluya
Ref. Alleluya.

Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.

Bacaan Injil: Mat. 5:17-19

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu: Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekali pun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga.

Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.”.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

"ORANG TAK BERIMAN BENAR BUTUH BUKTI IMAN DARI ALLAH YANG BENAR"

(1Raj. 18:20-39; Mzm. 16:1-2a.4.5.8.11; Mat. 5:17-19).

"Jangan kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi." (Mat. 5:17a).

Saling curiga, saling tuding untuk membenarkan diri sendiri seakan menjadi tabiat manusia yang telah berlangsung lama dari abad ke abad, dan dari zaman ke zaman. Tabiat yang memalukan dan sering ditampilkan di hadapan publik tanpa tahu malu ini, kadang menjadi media kutukan bagi diri sendiri tanpa disadari. 

Orang beriman rapuh tak pernah memahami dengan tepat bahwa entah tabiat buruk atau pun kelakuan yang baik selalu berlangsung di hadapan Tuhan. Ketimbang terprovokasi karena ego dan kepentingan kelompok untuk saling menghakimi, membangun prasangka, mari kita usung kebenaran dan menggali hal-hal baik di dalamnya untuk kemajuan, transformasi kebersamaan, sehingga baik hidup iman maupun sosial tampak kebih baik dan berubah. 

Dalam situasi belenggu pembenaran diri sendiri dan kelompok, Yesus secara transparan menyampaikan isi Kitab Suci tentang identitas-Nya yang telah terselubung berabad-abad lamanya. Kaum Farisi dan orang elit agama Yahudi yang selalu berprasangka, bahkan lebih tepat selalu menghakimi Yesus sebagai pelanggar tragis hukum Taurat. Malah dicap sebagai orang Yahudi yang akan meniadakan Taurat. 

Sebagai Anak Allah, Ia datang dari Surga untuk menuntaskan kehendak Bapa-Nya dengan jalan menyempurnakan atau menggenapi nubuat-nubuat para nabi dalam Kitab Suci. Persepsi saling menuding, prasangka, saling menghakimi, yang selalu menjadi aral kemandekan iman, Yesus bantai. Tuduhan terhadap Yesus justru tidak benar. Dalam misi keselamatan-Nya, Yesus menampakkan wajah kerahiman Allah secara nyata di hadapan dunia. 

Konsekuensi tidak melakukan hukum Taurat dalam hidup akan menduduki tempat paling rendah dalam Surga.

Nabi Elia berhadapan dengan nabi-nabi Baal penyembah berhala pada benda buatan tangan manusia sendiri. Orang-orang linlung iman butuh bukti dan kekuatan yang melumpuhkan.  

Elia dan para nabi baal bertarung membuktikan kebenaran iman untuk mengeliminir ketersesatan yang membinasakan. Pada Baal tidak ada api Tuhan untuk menghanguskan persembahan sesajian di atas mazbah. Seharian suntuk, 450 nabi berteriak Baal datang namun tampak sia-sia. Mereka akhirnya melukai diri dan tewas. 

Elia sang nabi Allah, memanggil nama Tuhan. Tuhan pun mendengar dan datanglah api Tuhan menerima persembahan Eli. Bangsa Israel yang tegar tengkuk ini dan mendua hati dalam menyembah Allah dan buatan tangan manusia, akhirnya bertekuk lutut dan bertobat. Nabi Elia si mulut api mengendalikan bangsa Israel hingga takluk dengan kuasa Ilahi Tuhan sendiri melalui keajaiban-keajaiban dashyat yang tak tertandingi. Para nabi Baal tewas dan umat kembali ke jalan benar dan mulai  mengandal Tuhan serta takut kepada-Nya.

Pemazmur menanggapi Sabda Tuhan melalui madah indahnya, "Bertambahlah kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan kurban curahan mereka, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka dengan bibirku." (Mzm. 16:4).

Allah berlimpah kasih setia kepada kita, walau berulang kali kita menyimpang dari perintah-Nya. Tuhan dalam dan melalui kuasa Ilahi-Nya selalu mengarahkan kita untuk setia mengikuti jalan-Nya yang menyelamatkan. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Rabu/Pekan Biasa X/A/II, 100626). (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.