TRIBUNNEWS.COM - Cedera lutut yang dialami pemain ganda campuran Malaysia, Toh Ee Wei, berdampak kepada road map alias rencana yang telah disusun sang pelatih.
Toh Ee Wei adalah pasangan dari Chen Tang Jie. Keduanya merupakan ganda campuran peraih medali emas Kejuaraan Dunia BWF 2025.
Atlet kelahiran 18 September 2000 itu divonis mengalami cedera ligamen anterior cruciate (ACL) parsial pada lutut kiri.
Cedera tersebut ia alami ketika tampil di babak perempat final Singapore Open 2026 melawan pasangan India, Dhruv Kapila/Tanisha Crasto.
Sebagai langkah sementara, Nova memutuskan untuk memasangkan Chen Tang Jie dengan pemain muda Clarissa Tan.
Chen/Clarissa didaftarkan ke Japan Open 2026 dan China Open 2026.
Baca juga: Hasil Australia Open 2026: Leo/Daniel Mulus ke 16 Besar usai Bungkam Wakil Tuan Rumah 2 Gim Langsung
"Kita belum tahu rencana ke depan karena masih harus melihat kondisi Ee Wei terlebih dahulu."
"Saya memilih Clarissa karena performanya paling baik di antara pemain junior," ujar Nova.
Namun, Nova menegaskan bahwa pasangan tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi keputusan jangka panjang.
Baca juga: Ranking Resmi BWF Pekan Ini: Jojo dan Raymond/Joaquin Kompak Naik, Tiwi/Fadia Meroket 9 Anak Tangga
Lebih lanjut, Nova mengakui bahwa cedera Toh Ee Wei berdampak pada persiapan menuju Kejuaraan Dunia BWF 2026 dan Asian Games 2026. Apalagi waktunya semakin dekat.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 akan diselenggarakan di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, pada 17-23 Agustus.
Sedangkan Asian Games 2026 bakal digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober.
"Kondisi ini tentu mengganggu karena Kejuaraan Dunia dan Asian Games sudah dekat.'
"Untuk Kejuaraan Dunia, semua berdasarkan ranking. Kita tidak bisa sembarangan mengganti pasangan," tambah pelatih asal Indonesia itu.
Meski begitu, Nova menilai jika situasi seperti ini sudah menjadi bagian dari dinamika dunia bulu tangkis.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Indonesia, cedera ACL adalah kondisi ketika ligamen di bagian depan lutut mengalami robekan atau kerusakan.
Ligamen itu berfungsi sebagai penghubung antara tulang paha dan tulang kering sekaligus menjaga kestabilan sendi lutut saat bergerak.
Cedera ACL umumnya terjadi pada aktivitas olahraga yang banyak melibatkan gerakan cepat, seperti berlari, melompat, berhenti mendadak, atau mengubah arah secara tiba-tiba.
Karena itu, atlet sepak bola, basket, bulu tangkis, hingga olahraga lari dan senam termasuk kelompok yang paling sering mengalaminya.
Tingkat keparahan cedera ACL bisa berbeda-beda, mulai dari robekan ringan, sebagian, hingga putus total yang membuat lutut menjadi tidak stabil.
Masa pemulihan cedera ACL umumnya cukup panjang, bisa mencapai sekitar 6 hingga 9 bulan, tergantung tingkat cedera dan metode penanganan yang dilakukan.
Sebelum Toh Ee Wei, cedera ACL pernah dialami pebulu tangkis Indonesia seperti Daniel Marthin hingga Rehan Naufal Kusharjanto.
Daniel cedera ACL pada Mei 2025 dan baru bisa kembali bertanding Mei 2026.
Sedangkan Rehan mengalami cedera ACL pada Agustus 2025 dan baru bisa comeback Mei 2026.
Jadi kemungkinan, Toh Ee Wei tidak akan bisa kembali ke lapangan dengan waktu dekat.
(Tribunnews.com/Isnaini)