TRIBUNNEWS.COM, MUARA ENIM - Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim, Sumsel, Abi Nurwardani resmi jadi tersangka dan ditahan KPK pada Selasa (9/6/2026).
Selain Abi Nurwardani di kasus dugaan suap komitmen fee pengadaan barang dan jasa ini, KPK juga menjerat Bupati Muara Enim, Edison serta dua pihak swasta yakni
Adi Triadi yang diketahui merupakan keponakan bupati dan Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi.
Tertangkapnya Abi Nurwardani dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang mengamankan 10 orang di Jakarta dan Sumatera Selatan ini mengejutkan publik.
Pasalnya, Abi Nurwardani dikenal sebagai jajaran birokrat muda dengan karier yang sangat cemerlang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Abi Nurwardani tercatat belum lama menduduki kursi nomor dua di Disdikbud Muara Enim tersebut.
Ia baru saja resmi dilantik sebagai Sekretaris Dinas pada pertengahan Februari 2026 lalu.
Selain memiliki karier birokrasi yang melesat cepat, pria lulusan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta dengan gelar Magister Olahraga (M.Or.) ini juga memiliki rekam jejak yang kuat di bidang pendidikan dan olahraga lokal.
Baca juga: OTT Bupati Muara Enim, Marketing Cory Erin Hardi Tertunduk Lesu Saat Digiring ke Mobil Tahanan KPK
Di dunia pendidikan, Abi Nurwardani merupakan figur tepercaya yang resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Muara Enim Masa Bakti 2025-2030.
Jauh sebelum memimpin organisasi para guru tersebut, ia juga aktif sebagai bagian dari tim basket guru.
Tidak hanya itu, kiprahnya di dunia olahraga profesional pun terbilang mentereng.
Abi dikenal luas sebagai CEO klub futsal putri "Muara Enim United", klub lokal yang berhasil menembus dan berlaga di kompetisi kasta tertinggi tanah air, Women Pro Futsal League.
Muara Enim United juga banyak meraih kejuaraan yakni Juara Liga Nusantara tingkat nasional pada tahun 2002 yang membawa mereka promosi ke Liga Futsal Profesional.
Pada kompetisi profesional, mereka sukses meraih peringkat ke-3 di Liga Futsal Wanita
Namun, lompatan karier birokrat muda yang aktif di berbagai organisasi ini kini harus terhenti di meja penyidik KPK.
Abi Nurwardani kini resmi mengenakan rompi oranye bersama tiga tersangka lainnya atas dugaan keterlibatan kasus suap dan gratifikasi proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Pemkab Muara Enim.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Muara Enim Edison dan tiga orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Pemkab Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Selasa (9/6/2026).
Edison dan kawan-kawan ditetapkan tersangka usai terjaring dalam OTT, pada Senin (8/6/2026).
“Dari 4 pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, ada dari sisi PN (Penyelenggara Negara), ada juga dari sisi swasta. Benar, salah satunya adalah Bupati,” kata Budi.
Budi mengatakan, tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan Pemkab Muara Enim menggunakan rekening office boy (OB) untuk menampung uang suap dari pihak swasta.
“Ada yang atas nama OB, beberapa pegawai di lingkup Pemkab, ada juga menggunakan rekening-rekening,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Melalui rekening atas nama OB tersebut, dana commitment fee ditransfer dan ditampung untuk kemudian ditarik secara berkala.
"Betul, jadi memang para oknum ini menggunakan beberapa rekening nominee, kemudian menggunakan modus buka-tutup rekening. Artinya membuka rekening untuk penampungan, nanti rekening itu sudah habis, sudah didistribusikan, buka lagi dengan rekening baru, begitu," ungkap Budi merinci siasat yang digunakan para pelaku.
Baca juga: Daftar Kepala Daerah Era Prabowo Kena OTT KPK 2026, Terbaru Bupati Muara Enim Edison
Budi menjelaskan bahwa KPK langsung mengambil langkah tegas dengan memblokir serta mengamankan saldo di dalam rekening-rekening yang dijadikan wadah penampungan uang suap tersebut.
Terkait detail lebih lanjut mengenai peran masing-masing tersangka, termasuk potensi adanya penerimaan gratifikasi barang, lembaga antirasuah memastikan akan segera mengungkapnya ke publik.
"Nanti kami akan sampaikan secara lengkap bagaimana konstruksi perkara ini, pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, yang kemudian dilakukan penahanan. Kami akan sampaikan secara utuh dalam konferensi pers sore ini," kata Budi menegaskan.
Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita uang tunai dalam bentuk mata uang asing seperti dollar Amerika Serikat (AS) dan riyal, serta rekening-rekening dengan nilai keseluruhan Rp 2 miliar.
“Dan juga ada sejumlah saldo dalam rekening. Total sekitar hampir Rp 2 miliar yang diamankan oleh tim dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini,” ujar dia.
Budi menyebutkan, rekening-rekening tersebut disita karena Edison dan kawan-kawan menyiapkan rekening penampung untuk suap yang diterimanya terkait pengadaan di Dinas Pendidikan.
“Karena memang para pihak ini menyiapkan rekening penampungan untuk menampung terkait dengan dugaan penerimaan dari para pihak swasta, berkaitan dengan pengadaan-pengadaan di lingkup pemerintah Kabupaten Muara Enim, ini salah satunya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ucap dia.
Budi mengatakan, dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 10 orang terdiri dari 5 orang ditangkap di Jakarta, dan 5 orang lainnya di Sumatera Selatan.
(tribun network/thf/TribunSumsel.com)