3 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Candi Plaosan Klaten : Spot Terbaik Berburu Foto Estetik
Hanang Yuwono June 10, 2026 12:18 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki banyak destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dijelajahi saat akhir pekan.

Salah satu yang layak masuk daftar kunjungan adalah Candi Plaosan, kompleks candi bercorak Hindu-Buddha yang terkenal dengan arsitekturnya yang unik dan panorama alam yang memikat.

Berada di tengah hamparan persawahan hijau di kawasan Prambanan, Candi Plaosan menawarkan pengalaman wisata yang memadukan nilai sejarah, budaya, dan keindahan alam.

Baca juga: 5 Ide Makanan Sehat Rp10 Ribuan untuk Bisnis Kuliner di Solo, Punya Peluang Besar

Tak heran jika destinasi ini menjadi favorit wisatawan maupun pecinta fotografi.

Selain menikmati kemegahan bangunan candi, pengunjung juga bisa melakukan berbagai aktivitas menarik selama berada di kawasan wisata ini.

Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Candi Plaosan berlokasi di Desa Plaosan Lor, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau dari Solo maupun Yogyakarta.

Berjarak 49,8 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam 15 menit kendaraan pribadi.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Boyolali Rabu 10 Juni 2026, Mayoritas Cerah Berawan Seharian

Bagi wisatawan dari Yogyakarta, perjalanan dapat ditempuh melalui Jalan Solo menuju kawasan Prambanan.

Dari sana, pengunjung hanya perlu mengikuti petunjuk arah menuju Candi Plaosan yang berada di tengah area persawahan.

Candi Plaosan buka setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yakni sekitar Rp5.000 per orang.

Dengan biaya yang ramah di kantong, wisatawan sudah dapat menikmati keindahan kompleks candi sekaligus suasana pedesaan yang tenang dan asri.

PERESMIAN DI KLATEN - Menbud RI Fadli Zon saat berkeliling meninjau Candi Plaosan di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025).
PERESMIAN DI KLATEN - Menbud RI Fadli Zon saat berkeliling meninjau Candi Plaosan di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025). (TRIBUNSOLO.COM/IBNU DWI TAMTOMO)

1. Berburu Foto Estetik dengan Latar Candi Bersejarah

Aktivitas yang paling banyak dilakukan wisatawan saat berkunjung ke Candi Plaosan adalah berburu foto.

Kompleks candi yang megah dengan relief-relief artistik menjadi latar yang menarik untuk diabadikan.

Ditambah lagi dengan hamparan rumput hijau dan langit terbuka yang membuat hasil foto terlihat semakin menawan.

Waktu terbaik untuk berfoto adalah pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB saat cahaya matahari masih lembut.

Momen ini sering disebut sebagai golden hour, ketika pencahayaan alami menghasilkan foto yang lebih cerah dan estetik.

Tak sedikit wisatawan yang datang khusus untuk membuat konten media sosial, foto prewedding, hingga dokumentasi perjalanan karena keindahan visual yang dimiliki Candi Plaosan.

2. Menikmati Keindahan Sunset yang Memukau

Menjelang sore hari, suasana di sekitar Candi Plaosan berubah menjadi lebih romantis dan menenangkan.

Langit yang perlahan berubah warna menjadi jingga menciptakan pemandangan yang memukau di balik bangunan candi yang berdiri kokoh.

Perpaduan warna langit senja dengan siluet candi menghadirkan panorama yang sulit dilupakan.

Banyak pengunjung memilih duduk santai di sekitar kawasan candi sambil menikmati semilir angin dan suasana pedesaan yang tenang.

Bagi pecinta fotografi lanskap, momen matahari terbenam di sekitar Candi Plaosan menjadi waktu yang tepat untuk mendapatkan gambar dengan nuansa dramatis dan artistik.

3. Berburu Sunrise dengan Latar Persawahan dan Candi

Selain sunset, kawasan sekitar Candi Plaosan juga terkenal sebagai lokasi favorit untuk menikmati sunrise.

Meski area candi belum dibuka pada pagi buta, wisatawan tetap bisa menyaksikan matahari terbit dari luar kompleks percandian.

Pemandangan matahari yang perlahan muncul di balik hamparan sawah dan bangunan candi menciptakan suasana yang begitu menenangkan.

Momen ini banyak dimanfaatkan fotografer untuk mengabadikan keindahan alam dan arsitektur dalam satu bingkai.

Kabut tipis yang terkadang menyelimuti area persawahan juga menambah kesan magis pada hasil foto.

Tidak heran jika kawasan ini sering menjadi tujuan para pemburu foto lanskap dari berbagai daerah.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.