Uang Dompet Temuan Dikuras, Alasan Pedagang Siomai Masih Minta Tebusan 1Juta Terkuak, Pemilik Ngalah
Tsaniyah Faidah June 10, 2026 02:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Alasan sepasang suami istri lansia membuang dompet milik warga setelah mengambil uang Rp400 ribu di dalamnya dan meminta tebusan sebesar Rp1 juta akhirnya terungkap.

Pihak kepolisian turun tangan untuk mengklarifikasi tindakan yang dilakukan oleh pasangan pedagang siomai keliling tersebut.

Kejadian ini menimpa seorang warga bernama Ahmad Bahru pada Minggu (7/6/2026).

Siang itu sekitar pukul 14.30 WIB, Ahmad sedang berbelanja bersama istri dan anaknya di Alfamart yang terletak di Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Setelah selesai dari minimarket tersebut, Ahmad melanjutkan perjalanan ke Pasar Sumberlawang untuk membeli keperluan lainnya.

Saat berada di pasar itulah, Ahmad baru menyadari bahwa dompet miliknya sudah tidak ada di saku.

Ia pun mencurigai bahwa dompet tersebut terjatuh atau tercecer saat berada di Alfamart Desa Mojopuro.

Ahmad kemudian memutuskan untuk kembali ke minimarket tersebut guna mencari barang berharganya.

Untuk memastikan keberadaan dompetnya, Ahmad meminta izin untuk melihat rekaman kamera pengawas atau CCTV di Alfamart.

Dari rekaman CCTV tersebut, terlihat jelas bahwa dompet milik Ahmad ditemukan oleh sepasang suami istri lansia bernama Darmo dan Sukini.

Pasangan tersebut sehari-hari dikenal warga bekerja sebagai penjual siomai keliling.

Berbekal informasi dari rekaman kamera pengawas, Ahmad langsung berusaha mencari keberadaan Darmo dan Sukini.

Baca juga: Viral Pesta Gay di Tempat Hiburan Malam, Bupati Karawang Perintah Satpol PP Ambil Tindakan

Ahmad akhirnya berhasil menemukan pasangan lansia tersebut saat mereka sedang menjajakan siomai di depan sebuah sekolah.

Ahmad kemudian memperlihatkan bukti rekaman CCTV yang dibawanya kepada pasangan tersebut.

Saat ditunjukkan bukti rekaman video, Darmo dan Sukini tidak bisa mengelak.

Mereka mengakui telah menemukan dan mengambil dompet milik Ahmad yang terjatuh. 

Namun, dompet tersebut tidak langsung dikembalikan karena mereka sempat meminta uang tebusan senilai Rp1 juta kepada Ahmad.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak berwajib hingga Polsek Sumberlawang melakukan pemanggilan.

Polisi melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap kedua belah pihak pada Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Darmo dan Sukini mengakui bahwa mereka sempat menguasai dompet beserta isinya.

"Sebagian barang sudah dikembalikan tapi sebagian juga belum," kata Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji.

Dari pemeriksaan polisi, pasutri lansia ini membeberkan apa saja yang telah mereka lakukan terhadap isi dompet.

Mereka mengakui telah mengambil uang tunai sebesar Rp400.000 dan beberapa kartu identitas dari dalam dompet Ahmad.

Sementara itu, dompet fisik beserta sisa barang lainnya disimpan di dalam wadah yang ada di gerobak siomai mereka.

Darmo dan Sukini kemudian membawa sisa dompet tersebut sambil berkeliling menjajakan dagangannya.

Kepada penyidik kepolisian, mereka mengaku bahwa dompet dan sisa barang di dalam gerobak itu kemudian terjatuh di jalan saat mereka sedang berdagang.

"Jatuhnya di mana tidak tahu," terangnya AKP Sudarmaji menirukan pengakuan dari pasangan lansia tersebut.

Baca juga: Sosok Ibu-ibu Penimbun Tiket EXO di Jakarta Viral, Fans Syok Harganya Rp10 Juta: Sakit Sih Kata Gue

Di sisi lain, Ahmad Bahru selaku korban memberikan rincian berbeda mengenai total uang yang ada di dalam dompetnya.

Ahmad menyatakan kepada polisi bahwa uang tunai yang hilang sebenarnya bukan hanya Rp400.000.

Menurut ingatan Ahmad, total uang tunai yang ia simpan di beberapa kompartemen dompetnya mencapai sekitar Rp1,3 juta.

Selain uang tunai, dompet tersebut juga berisi dokumen-dokumen penting milik keluarga Ahmad.

Dokumen tersebut di antaranya adalah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta beberapa kartu identitas penting lainnya.

Hingga proses klarifikasi di polsek selesai, baru ada empat kartu identitas yang berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada Ahmad, termasuk KTP dan kartu BPJS Kesehatan.

Di tengah bergulirnya proses penanganan perkara di kantor polisi, petugas mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatan salah satu pelaku.

Berdasarkan hasil komunikasi langsung oleh petugas dan keterangan dari warga sekitar, Sukini ternyata sedang mengalami masalah medis.

Perempuan lansia itu diduga kuat mengalami gangguan kejiwaan atau kondisi linglung.

"Kalau ngomong banyak enggak nyambungnya daripada nyambungnya. Kita ngomong A sana sudah sampai Z," jelas AKP Sudarmaji menggambarkan kondisi psikologis Sukini saat diperiksa.

Mendengar penjelasan mengenai kondisi kejiwaan Sukini, sikap Ahmad Bahru langsung melunak.

Ahmad memilih untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan tidak melanjutkan persoalan tersebut ke ranah hukum. 

Ia juga menyatakan sudah mengikhlaskan uang Rp400.000 yang diakui telah diambil dan digunakan oleh pasangan lansia tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.