TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan perbaikan terhadap 546 daerah irigasi yang tersebar di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang.
Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun mendukung aktivitas pertanian yang bergantung pada pasokan air secara berkelanjutan.
"Ini sebagai persiapan menghadapi kemarau panjang, sekaligus menjaga kebutuhan air masyarakat dan pertanian tetap terpenuhi," Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat ditemui di Soreang pada Rabu (10/6/2026).
Kabupaten Bandung diketahui memiliki areal pertanian seluas sekitar 93.797 hektare. Dengan luas lahan tersebut, keberadaan jaringan irigasi dinilai menjadi komponen vital dalam menjaga distribusi air, terutama ketika memasuki periode musim kemarau.
Dadang menjelaskan, hasil kajian yang dilakukan pemerintah daerah menunjukkan kebutuhan dana untuk menangani dan memperbaiki ratusan daerah irigasi tersebut mencapai Rp947 miliar.
"Jadi kebutuhan anggaran mencapai Rp947 miliar. Alhamdulillah, tahun ini telah disetujui anggaran sebesar Rp334 miliar, sedangkan sisanya akan dialokasikan pada tahun depan," katanya.
Di samping pembenahan jaringan irigasi, Pemkab Bandung juga menginstruksikan Perumda Air Minum Tirta Raharja untuk melakukan pemetaan terhadap kawasan yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau berkepanjangan.
Sejumlah langkah antisipatif lainnya turut dipersiapkan, termasuk penyediaan toren air dan mobil tangki di seluruh kecamatan guna mendukung distribusi air bersih apabila terjadi kekeringan.
"Pada saat musim kemarau panjang nanti, kita sudah memiliki titik-titik persiapan cadangan air minum. Di setiap kecamatan akan disiapkan toren dan mobil tangki air," ucapnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan air bagi sektor pertanian di tengah ancaman musim kemarau panjang.