Keluhan Ojol di Jakarta, Purwokerto dan Medan setelah Pertamax Naik, Biaya Operasional Membengkak
Whiesa Daniswara June 10, 2026 04:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan tarif baru untuk lini produk BBM nonsubsidinya mulai Rabu (10/6/2026).

Penyesuaian harga ini berlaku serentak di seluruh wilayah pemasaran Pertamina di Indonesia, dengan fokus kenaikan pada varian Pertamax dan Pertamax Green 95.

Harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Kenaikian harga BBM nonsubsidi dirasakan langsung para pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari menggunakan sepeda motor untuk mencari nafkah.

Banyak pengguna Pertamax beralih ke Pertalite sehingga antrean BBM subsidi mengular.

Salah satu pengemudi ojol di Jakarta, Yakub (30), mengaku kaget dengan lonjakan harga BBM yang terlalu tinggi.

Baca juga: Keluhkan Harga Pertamax, Warga Bekasi Saran Informasi Kenaikan Disampaikan Lebih Awal dan Transparan

Menurutnya, kenaikan BBM dalam kisaran harga Rp1000 hingga Rp2000 masih wajar.

Kenaikan Pertamax kali ini mencapai Rp 3.950 atau 32 persen dari harga semula.

"Tapi kalau sudah lebih dari itu, kerasa banget buat kami yang tiap hari di jalan,” paparnya, Rabu, dikutip dari WartaKotalive.com.

Ia pertama kali mendengar kabar kenaikan BBM nonsubidi dari media sosial.

“Saya awalnya enggak percaya. Pas lihat ramai di media sosial, saya cek lagi di aplikasi Pertamina ternyata benar naik,” tandasnya.

Sebelum adanya kenaikan harga, Yakub menghabiskan uang Rp25 ribu sehari untuk dua liter Pertamax.

Kini, ia harus mengeluarkan Rp33 ribu untuk mengisi bahan bakar kendaraannya.

Baca juga: DPR Ingatkan Efek Harga Pertamax Naik, Kuota Pertalite Terancam Jebol Jika Migrasi Massal Terjadi

Selama ini Yakub memilih Pertamax untuk menjaga performa dan perawatan mesin motor.

Dengan adanya kenaikan harga Pertamax, Yakub akan bergantian menggunakan Pertalite.

“Kenapa saya masih pakai Pertamax, karena buat rawat mesin motor juga. Mesin lebih enak dan saya pakainya buat kerja setiap hari,” ucapnya.

Sementara itu, driver ojol di Medan, Sumatra Utara, M. Iqbal, menyatakan operasional harian akan mengingkat dengan kenaikan Pertamax.

“Kalau naik jangan terlalu signifikan begini lah. Tentu berat bagi kami,” katanya, Rabu, dikutip dari TribunMedan.com.

Rata-rata konsumsi Pertamax sepeda motor Iqbal Rp20 ribu sehari sebelum adanya kenaikan harga.

Ia harus menyesuaikan dengan harga terbaru karena tidak ingin beralih ke Pertalite.

“Hari ini belum tahu fullnya berapa, masih baru mau ngisi. Kalau nggak pakai Pertamax susah juga,” ungkapnya.

Baca juga: Jeritan Warga soal Kenaikan Harga Pertamax: Gaji Stagnan Tapi Harga BBM Sadis 

Hal senada dikeluhkan driver ojol di Purwokerto, Jawa Tengah, Alvin (35) yang mengaku keberatan dengan kenaikan harga BBM.

Sehari-hari, biaya BBM merupakan pengeluaran terbesar sehingga kenaikan ini menambah beban hidupnya.

Saat harga belum naik, Alvin menghabiskan Rp40 ribu sehari untuk membeli BBM.

"Bikin ekonomi makin sulit, serba naik, apalagi saya yang hidupnya di jalan, yang kerasa banget juga itu service dan oli naik Rp70 ribuan dan membebani sedangkan order makin sedikit," bebernya.

(Tribunnews.com/Mohay) (WartaKotalive.com/Yolanda) (TribunMedan.com/Husna)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.