Oleh: Ermelinda, Mahasiswi Unika Santu Paulus Ruteng
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Demam merupakan salah satu kondisi yang paling sering dialami anak-anak dan kerap membuat orang tua merasa khawatir. Ketika suhu tubuh anak meningkat, tidak sedikit orang tua yang langsung mencari cara tercepat untuk menurunkan panas.
Salah satu metode yang umum dilakukan adalah memberikan kompres. Namun, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kompres dingin lebih efektif dibandingkan kompres hangat. Padahal, dalam praktik kesehatan, kompres hangat justru menjadi salah satu tindakan sederhana yang dianjurkan untuk membantu menurunkan demam pada anak.
Kompres hangat bekerja dengan cara membantu tubuh melepaskan panas secara alami. Saat kain hangat ditempelkan pada bagian tubuh tertentu, seperti dahi, leher, ketiak, atau lipatan paha, pembuluh darah di bawah kulit akan mengalami pelebaran. Kondisi ini memungkinkan panas tubuh keluar lebih mudah sehingga suhu tubuh dapat menurun secara bertahap. Cara ini dinilai lebih aman dan nyaman dibandingkan penggunaan air yang terlalu dingin.
Sayangnya, masih banyak orang tua yang kurang memahami cara penanganan demam yang tepat. Ketika anak mengalami demam tinggi, sebagian orang tua langsung menggunakan air es atau air yang sangat dingin untuk mengompres tubuh anak. Tindakan tersebut memang dapat memberikan sensasi sejuk sesaat, tetapi justru dapat memicu tubuh menggigil.
Baca juga: Mahasiswa Unika Ruteng: Perawatan Luka Bersih Efektif Percepat Penyembuhan Pasien Diabetes
Saat tubuh menggigil, produksi panas akan meningkat sehingga suhu tubuh menjadi lebih sulit turun. Akibatnya, tujuan utama untuk menurunkan demam tidak tercapai secara optimal.
Selain membantu menurunkan suhu tubuh, kompres hangat juga memberikan rasa nyaman bagi anak. Anak yang mengalami demam biasanya merasa lemas, rewel, dan sulit beristirahat. Dengan kompres hangat, tubuh menjadi lebih rileks sehingga anak dapat tidur dan beristirahat dengan lebih baik. Istirahat yang cukup merupakan salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan saat sakit.
Meski demikian, kompres hangat bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi demam. Orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi anak secara menyeluruh. Anak harus mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperoleh waktu istirahat yang memadai.
Jika demam berlangsung lebih dari beberapa hari, suhu tubuh sangat tinggi, atau disertai gejala lain seperti kejang, sesak napas, muntah terus-menerus, atau penurunan kesadaran, maka orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Pengetahuan mengenai cara melakukan kompres hangat yang benar juga perlu ditingkatkan. Air yang digunakan sebaiknya bersuhu hangat suam-suam kuku, bukan air panas maupun air dingin. Kompres dapat dilakukan selama beberapa menit dan diulang sesuai kebutuhan sambil terus memantau kondisi anak.
Edukasi mengenai langkah sederhana ini penting karena dapat membantu orang tua melakukan pertolongan pertama secara tepat di rumah.
Menurut saya, kompres hangat merupakan metode yang efektif, aman, murah, dan mudah dilakukan untuk membantu menurunkan demam pada anak. Tindakan sederhana ini tidak hanya membantu mengurangi suhu tubuh, tetapi juga memberikan kenyamanan yang mendukung proses penyembuhan.
Oleh karena itu, setiap orang tua perlu memahami manfaat serta cara melakukan kompres hangat yang benar agar dapat memberikan penanganan awal yang tepat ketika anak mengalami demam.
Pada akhirnya, penanganan demam tidak hanya berfokus pada menurunkan suhu tubuh, tetapi juga memastikan anak tetap nyaman, terhidrasi dengan baik, dan mendapatkan perawatan yang sesuai. Dengan pengetahuan yang tepat, orang tua dapat lebih tenang dan bijak dalam menghadapi kondisi demam pada anak.