AWAL Mula Raja Bunuh Teman Masa Kecilnya, Dendam Kerap Diejek Sejak SD, Simpan Jasad di Rumah Kosong
Septrina Ayu Simanjorang June 11, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah awal mula pria di Jember bunuh teman masa kecilnya.

Pelaku ternyata menyimpan dendam karena sering diejek korban sejak SD.

Ejekan lama itu pun terungkit saat keduanya sedang minum kopi bersama.

Baca juga: Jual 13 Kilogram Sisik Trenggiling, Warga Deliserdang Dihukum 2 Tahun

Pelaku Raja alias RA (22) merupakan warga Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas.

Raja nekat membunuh teman masa kecilnya, Saiful Afandi alias SA (21), warga Dusun Krajan, Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.

Jasad Saiful disimpan di rumah kerabat Raja di Dusun Krajan Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Baca juga: SOSOK Lansia Minta Tebusan Rp1 Juta Untuk Dompet yang Ditemukannya, Polisi Sebut Tidak Normal

Pembunuhan itu berawal saat Raja mengajak Saiful untuk ngopi bareng pada Senin (1/6/2026).

Saat ngopi bareng itu lah mereka berbincang.

Namun perbincangan itu akhirnya mengarah pada kisah masa lalu, yang di dalamnya ada kisah perundungan terhadap Raja.

Baca juga: Penuhi Permintaan Polisi, Ruko di Sekitaran Eks Delimas Plaza Batal Dikosongkan  

Diketahui, Raja dan Saiful merupakan teman di bangku Madrasah Ibtidaiyah alias sekolah dasar.

Ketika di bangku MI itu, Raja mengaku kerap diejek oleh korban bersama beberapa rekannya.

Dalam ngopi bareng itu juga ejekan itu kembali terlontar.

"Motifnya karena pelaku ini dibully, sehingga sakit hati. Jadi keduanya ini berteman sejak kecil. Saat kecil, RA merasa kerap diejek atau dibully, dan pada perbincangan tanggal 1 itu, kisah masa lalu terungkap lagi, juga muncul ejekan," ujar Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Jember Ipda Andry Yuni Prasetyo, pada Rabu (10/6/2026). 

Baca juga: Warga Sipil Soroti Angka Usia Pensiun Polisi, Menhum: Upaya Menuju Perbandingan Ideal 

Merasa sakit hari, Raja lalu mengajak Saiful ke rumah keluarganya yang tidak ditempati.

Di situlah terjadi perkelahian.

Saat berkelahi, Raja meraih toples kaca dan memukulkannya ke kepala Saiful.

Dia juga meraih celurit, dan melemparkannya ke arah Saiful.

Melihat Saiful sudah lemas, dia juga mengikatnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (eva.vn)

Raja lantas meninggalkan Saiful yang terluka parah di rumah kosong tersebut.

Jasad Ditemukan Setelah 9 Hari

Jasad ditemukan oleh sang pemilik rumah, Jaswadi Dan istrinya, Dian.

Rumah tersebut sehari-hari memang tidak ditinggali mereka.

Secara berkala, pemilik rumah mendatangi rumah tersebut untuk membersihkannya.

Itu pula yang hendak mereka lakukan pada Selasa (9/6/2026) sore.

Baca juga: Belum Masuk Anggaran Operasional, 45  SPPG  Sumut Tak Beroperasi

Namun alangkah kaget, ketika masuk rumah, Dian mendapati bau menyengat.

Mereka pun mencari sumber bau, dan semakin terkejut saat mendapati sesosok mayat dalam kondisi mengenaskan di salah satu kamar yang difungsikan sebagai tempat salat.

Mayat tersebut sudah membusuk, dan berwarna hitam, dalam kondisi telungkup dan kepala tertutup tikar.

Baca juga: Warga Sipil Soroti Angka Usia Pensiun Polisi, Menhum: Upaya Menuju Perbandingan Ideal 

Pemilik rumah akhirnya melapor ke perangkat desa setempat, dan meneruskan laporan itu ke Polsek Gumukmas sekitar Pukul 17.00 WIB.

Awalnya, identitas Saiful tidak diketahui, karena kondisinya yang rusak. 

Polisi lalu mengevakuasi mayat ke Instalasi Kamar Mayat RSD dr Soebandi Jember, dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa itu.

Polisi mendapati mayat dalam kondisi kaki terikat, dan ada luka di kepala.

Ipda Andry mengatakan, SA merupakan korban pembunuhan.

"Kami lakukan penyelidikan, dugaan pelaku mengerucut kepada anak pemilik rumah. Dini hari sekitar Pukul 02.00 WIB tadi, kami berhasil menangkap pelaku di sebuah tempat masih di sekitaran Gumukmas," ujar Andry. 

Baca juga: Penuhi Permintaan Polisi, Ruko di Sekitaran Eks Delimas Plaza Batal Dikosongkan  

Pelaku Pembunuhan, Raja akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya di wilayah Kecamatan Kencong, kecamatan tetangga Gumukmas.

Polisi saat ini sudah menahan RA, dan mendalami perkara itu untuk memastikan apakah ada unsur perencanaan dalam kasus meninggalnya remaja asal Gumukmas tersebut.

 

(Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.