TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Peristiwa tragis terjadi di Kampung Batunderang, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) Rabu (10/6/2026) pagi.
Seorang petani cengkih bernama Tahulending Malintoi (47) meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari pohon cengkih saat memanen hasil kebunnya.
Kampung Batunderang berada di Pulau Sangihe, sekitar 170 kilometer dari Kota Manado dengan waktu tempuh sekitar 45 menit menggunakan pesawat menuju Bandara Naha, dilanjutkan perjalanan darat menuju lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 Wita.
Sebelum kejadian, korban diketahui berangkat seorang diri menuju kebun sekitar pukul 06.30 Wita untuk memetik cengkih, aktivitas yang rutin dilakukannya pada musim panen.
Suasana pagi yang semula tenang mendadak berubah ketika Selbum Hamaaling, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, mendengar suara benturan keras dari arah kebun.
Saat itu, Selbum bersama anggota keluarganya sedang berada di rumah.
Karena merasa curiga dengan suara tersebut, saksi kemudian menuju sumber suara untuk memastikan apa yang terjadi.
Sesampainya di lokasi, ia mendapati Tahulending Malintoi sudah tergeletak di bawah pohon cengkih.
Sebelum peristiwa itu terjadi, Selbum mengaku sempat melihat korban sedang berada di atas pohon cengkih untuk memetik hasil panen.
Pohon yang dipanjat korban diperkirakan memiliki tinggi sekitar 13 meter.
Diduga, korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh dari ketinggian tersebut. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak terkait.
Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, ditemukan salah satu dahan pohon cengkih dalam kondisi patah. Dahan tersebut diduga menjadi pijakan korban sebelum akhirnya terjatuh ke tanah.
Sementara itu, istri korban, Ahusta Manumpil, mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Ia mengatakan saat peristiwa terjadi dirinya sedang dalam perjalanan menuju kebun untuk menyusul suaminya.
"Saya sementara menuju kebun bersama menantu, lalu mendapat kabar dari keluarga bahwa suami saya mengalami kecelakaan saat memetik cengkih," tuturnya.
Kapolsek Manganitu Selatan, IPDA Harmen Kontu, mengatakan pihaknya segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi kejadian dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
"Kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan, peristiwa ini murni kecelakaan kerja, korban jatuh dari pohon cengkih saat melakukan aktivitas memetik hasil panen," jelasnya kepada Tribun Manado melalui WhatsApp.
Kapolsek menambahkan pihak kepolisian sempat menawarkan dilakukannya autopsi guna memastikan penyebab kematian korban.
Menyikapi kejadian tersebut, IPDA Harmen Kontu juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani yang beraktivitas di kebun, agar lebih berhati-hati, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan. Kami mengingatkan warga untuk selalu waspada dan berhati-hati saat bekerja, terutama pada pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," pungkasnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Kampung Batunderang.
Korban dikenal sebagai petani yang tekun bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Setelah dievakuasi oleh warga, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan. (EDU)