Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, memastikan penanganan abrasi yang menyebabkan kerusakan jalan di Desa Maras, Kecamatan Seginim, menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan telah mengusulkan perbaikan jalan yang terdampak abrasi tersebut dalam satu paket bersama perbaikan bendungan yang mengalami kerusakan dan diduga menjadi penyebab utama terjadinya gerusan pada badan jalan.
Rifai mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) 7 agar penanganan dapat segera dilakukan.
“Sudah kita usulkan perbaikan satu paket. Apabila nanti tidak diterima maka akan kita usahakan ke provinsi dan Pemkab Bengkulu Selatan,” ujar Rifai saat dihubungi wartawan TribunBengkulu.com, Senin (1/6/2026).
Penanganan Jalan dan Bendungan Diusulkan Bersamaan
Menurut Rifai, kondisi jalan yang mengalami abrasi sudah menjadi perhatian pemerintah daerah sejak beberapa waktu lalu.
Karena kerusakan jalan berkaitan dengan kondisi bendungan yang rusak, pemerintah mengusulkan keduanya untuk diperbaiki secara bersamaan agar penanganan yang dilakukan lebih efektif dan mampu mencegah kerusakan serupa terjadi kembali.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini menggunakan akses jalan tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bupati Akan Tinjau Langsung Lokasi
Selain mengusulkan perbaikan, Rifai juga memastikan akan meninjau langsung kondisi jalan yang mengalami abrasi di Desa Maras.
Sebelumnya, lokasi tersebut telah didatangi sejumlah instansi terkait, di antaranya BPBD Provinsi Bengkulu, BWS 7, serta BPBD Bengkulu Selatan, untuk melihat kondisi kerusakan di lapangan.
“Nanti saya akan mengunjungi juga lokasi tersebut. Insyaallah Rabu 3 Juni 2026 saya akan turun melihat langsung kondisi jalan tersebut,” ungkap Rifai.
Pemerintah Berupaya Jaga Akses Masyarakat
Rifai berharap proses perbaikan dapat segera terealisasi sehingga akses masyarakat kembali aman dan aktivitas warga tidak terganggu.
Ia juga meminta masyarakat tetap tenang karena pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terhadap berbagai persoalan infrastruktur yang terjadi di Bengkulu Selatan.
Dengan adanya usulan perbaikan tersebut, diharapkan akses masyarakat di Desa Maras dapat kembali normal dan aktivitas warga tidak lagi terganggu akibat kondisi jalan yang amblas.
Abrasi di Maras
Turaniarti, salah satu warga, mengungkapkan bahwa sebelum abrasi semakin parah, pemerintah desa pernah melakukan pembangunan penahan abrasi berupa pemasangan bronjong di sebagian aliran sungai sekitar tahun 2016.
Namun, seiring waktu, bronjong tersebut tidak lagi mampu menahan derasnya arus sungai, terutama saat debit air meningkat dan hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Sekitar sini pernah dipasang bronjong dan merupakan bangunan desa tahun 2016,” ujar Turaniarti saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (1/6/2026).
Turaniarti berharap pemerintah segera mengambil tindakan dengan melakukan pembangunan yang lebih maksimal, tidak hanya pemasangan bronjong, tetapi juga pembangunan talut agar lebih kokoh menahan abrasi.
“Harapannya segera dipasang, karena kalau janji kemarin bulan empat perbaikan dan saat ini bulan lima belum juga ada perbaikan,” ungkap Turaniarti.
Warga Merasa Was-Was
Selain itu, Turaniarti menambahkan jika abrasi tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah.
Terlebih lagi, ada tiang listrik dan rumah warga yang berada dekat dengan titik abrasi.
Menurutnya, jika tiang listrik terdampak abrasi, maka aliran listrik di desa tersebut bisa ikut terganggu karena kabel listrik berpotensi rusak dan tertarik akibat longsoran tanah.
“Yang terdampak kalau tiang listrik terkena abrasi seluruhnya, karena kabel pasti rusak dan tertarik,” pungkas Turaniarti.
Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan penahan abrasi yang lebih kuat agar kerusakan tidak semakin meluas dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman, terutama saat musim hujan tiba. (Adv)