Siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya Tanam Mangrove di Ekowisata Wonorejo
Titis Jati Permata June 11, 2026 12:50 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Sebanyak 140 siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya (SDM 7) mengikuti kegiatan Leadership Innovative Camp (LIC) di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan, kemandirian, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi penanaman mangrove di wilayah pesisir Surabaya.

Pembelajaran di Alam Terbuka

Kepala SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Achmad Zainuri Arif mengungkapkan kegiatan ini mengusung konsep pembelajaran di alam terbuka, para siswa tidak hanya mengikuti berbagai permainan dan tantangan kepemimpinan. 

Namun, juga diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir yang saat ini menghadapi berbagai ancaman lingkungan seperti abrasi, banjir rob, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim.

Baca juga: Kodim 0812 Lamongan Gerakkan Penanaman 1000 Mangrove di Pantai Pengkolan Paciran

"Hari ini kami melaksanakan kegiatan Leadership Innovative Camp Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya dalam rangka menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan," ujarnya.

Peran Strategis Wilayah Pesisir Surabaya

Menurutnya, pemilihan kawasan mangrove Wonorejo sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.

Wilayah pesisir Surabaya dinilai memiliki peran strategis sekaligus menghadapi risiko lingkungan yang cukup besar sehingga perlu mendapat perhatian bersama.

"Kami memilih menanam mangrove karena pesisir Surabaya merupakan daerah yang berisiko terkena erosi, dampak perubahan iklim, dan berbagai ancaman lingkungan lainnya. Karena itu kami mengajak anak-anak untuk terlibat langsung menjaga lingkungan melalui penanaman mangrove agar kawasan pesisir terlindungi dari ancaman erosi maupun banjir rob," katanya.

Penjelajahan Siswa

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti penjelajahan yang dibagi menjadi lima pos. 

Setiap pos memberikan pengalaman belajar yang berbeda, mulai dari Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), ke-Hizbul Wathan-an, pionering tandu dan simpul, sandi, hingga yel-yel kelompok.

"Melalui aktivitas tersebut, siswa dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi, memecahkan masalah, dan memimpin kelompok dalam berbagai situasi,"lanjutnya.

Setelah menyelesaikan penjelajahan, kegiatan dilanjutkan dengan game building yang dirancang untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan dan kerja tim.

Penanaman 50 Bibit Mangrove

Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman sekitar 50 bibit mangrove di kawasan pesisir Wonorejo.

Penanaman dilakukan secara bergantian oleh para siswa yang dibagi ke dalam beberapa kelompok.

"Kurang lebih ada 50 tanaman mangrove yang kami tanam hari ini. Penanamannya kami bagi menjadi dua, ada yang menanam bibit dan ada yang menanam langsung di kawasan pantai. Total siswa yang terlibat sebanyak 140 anak," ungkapnya.

Antusiasme Siswa Tanam Mangrove

Salah satu peserta, Mirza Zaifan Falah, siswa kelas VI SDM 7 Surabaya, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Ia mengatakan pengalaman menanam mangrove menjadi hal baru yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.

"Ini pertama kalinya saya menanam mangrove. Tadi saya menanam tiga bibit. Harapan saya bibit-bibit ini bisa tumbuh dengan baik di pesisir pantai sehingga dapat membantu mengurangi banjir dan menjaga ekosistem lingkungan di sekitar Surabaya," tuturnya.

Sempat Takut dengan Tanah Berlumpur

Mirza mengaku sempat merasa khawatir saat harus turun ke area penanaman karena kondisi tanah berlumpur berbeda dengan pasir pantai yang biasa ia lihat. 

Namun, rasa takut itu perlahan hilang setelah menjalani kegiatan bersama teman-temannya.

"Awalnya agak takut turun karena tanahnya berbeda dengan pasir atau pantai pada umumnya. Tapi ternyata seru karena bisa turun dan menanam bersama teman-teman," katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.