TRIBUNNEWS.COM - Turnamen Piala AFF U19 2026 yang saat ini berlangsung di Indonesia nampaknya menjadi momen bagi sepak bola Thailand untuk menghentikan crash yang mereka rasakan.
Seperti diketahui, fakta mengejutkan mewarnai prestasi sepak bola Thailand, terutama ketika berlaga di turnamen Asia Tenggara, khususnya lagi pada level usia umur.
Selama hampir 8 tahun lamanya, Timnas Thailand tercatat tidak pernah mampu memenangkan gelar satupun di kompetisi level usia umur.
Contohnya di turnamen level usia 17 tahun alias Piala AFF U17.
Thailand telah gagal memenangkan turnamen dalam enam edisi terakhirnya.
Sejak terakhir kali menjadi juara Piala AFF U17 pada tahun 2015 di Kamboja, Thailand tidak pernah lagi mampu menggapai podium utama.
Baca juga: Jadwal Semifinal Piala AFF U19 Hari Ini: Thailand vs Kamboja, Timnas Indonesia vs Australia
Dalam enam edisi pamungkas, capaian terbaik Thailand hanyalah menjadi runner-up, yakni sebanyak 4 kali.
Termasuk tiga kali diantaranya dirasakan Thailand secara berturut-turut pada 2017, 2018, dan 2019.
Kegagalan memenangkan Piala AFF U19 pada salah satu edisi dalam enam edisi terakhir, menjadi tanda anjloknya prestasi Thailand di level usia muda.
Sementara di ajang Piala AFF U19. Thailand lagi-lagi hanya jadi pecundang sejati. Mereka tidak pernah lagi memenangkan turnamen tersebut dalam empat edisi terakhir.
Pada edisi 2018 dan 2022, Thailand secara mengejutkan sama-sama dikalahkan Malaysia di final.
Lalu pada tahun 2019, Thailand tidak mampu lolos ke semifinal.
Sementara pada edisi 2024 alias terakhirnya, Thailand kalah dalam perebutan gelar juara melawan Timnas Indonesia di laga puncak.
Situasi identik juga dirasakan Thailand ketika berlaga di panggung Piala AFF kelompok umur 23 tahun alias U23.
Dalam empat edisi terakhir, Vietnam mampu mengambil alih podium juara sebanyak tiga kali, satu sisanya ditempati Indonesia.
Sedangkan Thailand hanya menjadi pecundang saja, dengan menyandang predikat runner-up (2x) dan juara ketiga (2x).
Penderitaan Timnas Thailand di level usia umur, kian lengkap setelah kegagalan mereka meraih emas di cabor sepak bola putra pada ajang SEA Games dalam empat edisi terakhir.
Fakta bahwa Thailand gagal memenangkan satu gelar pun di turnamen level usia muda ASEAN dalam waktu 8 tahun tentu menjadi fakta mengejutkan yang tidak disadari oleh banyak orang.
Hal ini mengingat Thailand merupakan raja sepak bola Asia Tenggara, dengan bukti raihan tujuh gelar Piala AFF di level senior.
Berkaca dari hal itu, puasa gelar yang dirasakan Thailand selama 8 tahun di level turnamen usia muda, seakan menjadi anomali bagi prestasi sepak bola negara tersebut.
Tak pelak, Piala AFF U19 2026 yang saat ini digelar di Indonesia, jelas menjadi momen bagi Thailand untuk mengakhiri momen crashnya tersebut.
Menilik perjalanan Thailand di Piala AFF U19 edisi kali ini, performa hampir sempurna ditunjukkan tim Gajah Perang selama babak penyisihan.
Mereka membantai Brunei Darussalam (9-0) dan Singapura (4-0) pada dua laga pertamanya di Grup B.
Thailand mengakhiri perjuangannya di fase grup dengan sempurna, dengan mempecundangi Malaysia dengan skor 3-2 di laga penentuan.
Raihan sembilan poin dari tiga laga jelas menjadi bukti ketangguhan Thailand di babak penyisihan grup.
Berkat performa impresifnya tersebut, Thailand berhak melaju mulus ke babak semifinal dengan catatan poin sempurna.
Kini, ujian lebih serius bakal dihadapi Thailand yang dipertemukan dengan Kamboja selaku runner-up Grup C di babak semifinal, Kamis (11/6/2026) sore ini.
Andai ingin mengakhiri crashnya di turnamen level usia muda, Thailand harus mengalahkan Kamboja, bagaimanapun caranya.
Setelahnya, Thailand baru bisa memikirkan cara lainnya untuk bisa memenangkan laga final, demi menyudahi momen puasa gelarnya di turnamen level usia muda kawasan Asia Tenggara.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)