Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Bina Marga memperbaiki trotoar di Jalan Galur Sari Timur, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, yang rusak imbas proyek turap.

"Trotoar kami perbaiki agar pejalan kaki dapat melintas dengan aman dan nyaman," kata Kepala Satuan Pelaksana Bina Marga Kecamatan Matraman Nessy Octaviani di Jakarta, Kamis.

Perbaikan trotoar sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026 guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.

Nessy menyebutkan perbaikan itu dilakukan menyusul kondisi trotoar yang mengalami kerusakan cukup parah akibat aktivitas proyek perbaikan turap Kali Utan Kayu yang berlangsung pada tahun lalu.

Selama proses pembangunan turap, area trotoar itu digunakan sebagai jalur keluar-masuk alat berat.

Intensitas penggunaan oleh kendaraan proyek dengan beban besar menyebabkan sejumlah bagian trotoar mengalami keretakan, penurunan struktur, serta kerusakan pada beberapa titik yang membuat fasilitas tersebut tidak lagi nyaman digunakan oleh masyarakat.

"Pekerjaan perbaikan telah dimulai sejak awal Mei 2026, dan saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga pertengahan Juni, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 40 persen dari total pekerjaan yang direncanakan," jelas Nessy.

Dalam proses penataan itu, petugas melakukan penguatan struktur trotoar menggunakan beton cor guna meningkatkan daya tahan dan kualitas konstruksi.

Langkah tersebut dilakukan agar trotoar lebih kokoh, mampu menahan beban dengan lebih baik, serta memiliki usia pakai yang lebih panjang.

"Trotoar kita perbaiki dengan penguatan struktur beton cor agar lebih kokoh dan awet," ucap Nessy.

Selain memperbaiki jalur pedestrian, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur juga melakukan penataan sistem drainase pendukung di sepanjang lokasi pekerjaan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air hujan dapat berjalan dengan baik sehingga tidak menimbulkan genangan yang berpotensi merusak konstruksi trotoar di kemudian hari.

Sebagai bagian dari sistem drainase itu, petugas membangun tali air yang dipasang secara berkala setiap tiga meter. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang menggunakan pipa PVC, tali air kali ini dibuat menggunakan susunan batu bata merah yang ditata secara rapi dan permanen.

Nessy menuturkan batu bata merah itu dipilih karena dinilai lebih aman dan tahan terhadap risiko kehilangan material. Sebelumnya, sejumlah pipa PVC yang digunakan sebagai saluran air dilaporkan hilang akibat pencurian sehingga mengganggu fungsi drainase di kawasan tersebut.

Melalui perbaikan dan penataan yang dilakukan, Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap fasilitas pejalan kaki di Jalan Galur Sari Timur dapat kembali berfungsi secara optimal.

Kehadiran trotoar yang lebih kuat, aman, dan tertata juga diharapkan dapat mendukung mobilitas warga sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih ramah bagi pejalan kaki.

"Dengan progres pekerjaan yang terus berjalan sesuai rencana, perbaikan trotoar tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir Juni 2026 sehingga masyarakat dapat segera menikmati fasilitas pedestrian yang lebih nyaman dan representatif," ungkap Nessy.