TRIBUNSTYLE.COM - Masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Utara tampaknya masih harus bersabar menghadapi pemadaman listrik bergilir. Berdasarkan prediksi terbaru dari pihak PLN, proses pemulihan dan perbaikan pada infrastruktur transmisi yang rusak diperkirakan bakal memakan waktu hingga tanggal 14 Juni mendatang.
Saat ini, para petugas di lapangan tengah berkejaran dengan waktu untuk merampungkan perbaikan struktur tower darurat.
"Perbaikan tower kami kan tetap ditargetkan 14 Juni ya. Ditargetkan 14 Juni, selesai tower emergency, kami sama-sama berdoa semoga lebih cepat," ujar Manajer Komunikasi Unit Induk Distribusi PLN Sumatera Utara, Darma Saputra, Rabu (10/6/2026) malam.
Darma tidak menampik bahwa kondisi alam menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim teknis dalam mempercepat proses pemulihan ini.
"Ya itu kan secara teknis ya kan, namanya kendala-kendala di lapangan seperti cuaca, segala macam kan," ujar Darma.
Kendati dihantui faktor cuaca yang tidak menentu, PLN memastikan bahwa komitmen pelayanan tetap berjalan penuh. Tim evakuasi dan teknisi dikerahkan tanpa henti sepanjang hari demi menuntaskan gangguan tersebut.
"Tapi yang pasti saya sudah ke lokasi (tower transmisi yang rusak) memang progresnya 24 jam kami bekerja di sana. Saya sudah cek semua sampai sana, sudah lihat lokasi. Teman-teman kerja walaupun ada hujan ya berhenti sedikit terus kerja lagi," katanya.
Pernyataan terbaru ini sedikit bergeser dari estimasi awal yang sempat disampaikan oleh manajemen PLN sebelumnya. Saat mendampingi Gubernur Sumut, Bobby Nasution, melakukan peninjauan langsung ke Kantor PLN UP2B Sumbagut di Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, pada Senin (8/6/2026), General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Sumut (UIP3B), Amiruddin, sempat optimis kelistrikan bisa pulih lebih cepat.
"Mungkin Rabu ini atau selambat-lambat Kamis (11/6/2026)," kata Amirudin di kantornya, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Jeritan Warga Bogor soal Mati Lampu Berhari-hari, Protes ke PLN Blackout dari Sore hingga Malam
Berdasarkan data teknis dari pihak PLN, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan akibat adanya kerusakan masif yang menimpa 12 titik transmisi utama. Dari belasan infrastruktur yang terdampak, kerusakan paling fatal teridentifikasi pada tower T21 yang terletak di jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Galang–Simangkuk.
Mengingat jalur SUTET Galang-Simangkuk merupakan urat nadi pasokan listrik terbesar untuk wilayah Kota Medan, PLN memprioritaskan seluruh fokus dan sumber daya perbaikan pada titik krusial ini.
Sutera cobaan ini bermula pada Kamis (4/6/2026) malam sekitar pukul 20.03 WIB, ketika cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras melanda wilayah tersebut. Amukan cuaca malam itu merobohkan struktur tower T18, T19, dan T20, serta membuat struktur kokoh milik tower T17 dan T21 membengkok tajam.
Sebagai dampak dari kelumpuhan sistem transmisi ini, manajemen PLN terpaksa mengambil kebijakan pembatasan beban berkala. Skema pemadaman bergilir berdurasi 3 hingga 4 jam setiap harinya kini harus dirasakan oleh warga yang berdomisili di Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Deli Serdang, hingga Kabupaten Langkat.