Arsene Wenger Sebut Kylian Mbappe Jadi 'Kambing Hitam' di Real Madrid dan Yakin Bintang Prancis Itu Akan Pimpin Les Bleus Raih Gelar Piala Dunia Ketiga
Rina Kusumawati June 11, 2026 04:00 PM

Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, menyatakan bahwa Kylian Mbappe telah diperlakukan tidak adil di Real Madrid dan dijadikan sebagai 'kambing hitam' dalam musim keduanya yang penuh gejolak di Santiago Bernabeu. Pelatih legendaris asal Prancis itu meyakini sang penyerang akan kembali menunjukkan performa terbaiknya di Piala Dunia mendatang.


Mbappe menjadi 'kambing hitam' di Madrid


Wenger tidak menahan diri dalam menilai situasi Mbappe di ibu kota Spanyol. Ia menilai bahwa sang bintang telah menjadi korban dari penurunan performa Real Madrid yang tidak lagi sekuat era sebelumnya. Meski berhasil mencetak 42 gol di semua kompetisi, Mbappe tetap menjadi sorotan tajam media di tengah laporan adanya ketegangan di ruang ganti tim.


“Ada satu pemain yang menjadi pusat dari semua ekspektasi: Kylian Mbappe,” ujar Wenger kepada Le Figaro. “Saya siap bertaruh, dia akan tampil luar biasa di Piala Dunia. Ia sering dikritik secara tidak adil musim ini. Dia datang ke Real Madrid yang rata-rata saja. Real sekarang hanya punya tiga atau empat pemain kelas dunia, padahal dulu mereka punya sepuluh. Dalam sepak bola, selalu ada seseorang yang dijadikan kambing hitam, dan dia telah menjadi sosok itu.”


Kesiapan fisik dibanding kelelahan


Meski sebagian pihak khawatir peran terbatas Mbappe akibat cedera musim ini dapat mengganggu ritmenya, Wenger justru melihat hal tersebut sebagai keuntungan besar bagi tim nasional Prancis. Menurutnya, beban fisik dari musim panjang di Eropa sering membuat pemain kelelahan menjelang turnamen besar. Namun, pemain berusia 27 tahun itu diyakini akan tiba di Amerika Utara dalam kondisi segar dan siap tampil maksimal.


“Kylian punya semua yang dibutuhkan untuk tampil hebat di Piala Dunia. Secara fisik, dia segar dan tidak kelelahan,” lanjut mantan manajer Arsenal itu. “Saya sering melihat pemain yang sudah menjalani 60 pertandingan sebelum Piala Dunia berkata, ‘Saya tidak berkembang dalam latihan, kaki saya sudah berat,’ tapi dia tidak seperti itu. Banyak pemain internasional yang tiba dalam kondisi sangat lelah. Saya jarang melihat pemain tampil luar biasa di Piala Dunia setelah bermain di final Liga Champions.”


Prancis sebagai favorit turnamen


Wenger meyakini bahwa tim asuhan Didier Deschamps adalah favorit utama menuju Piala Dunia di Amerika Serikat. Dengan kedalaman skuad yang luar biasa, mantan pelatih The Gunners itu menilai Prancis memiliki kekuatan yang sulit ditandingi oleh negara lain, terutama dengan pengalaman taktis sang pelatih yang sudah lama memimpin tim.


“Saya menempatkan mereka di atas tim-tim lain. Prancis memiliki begitu banyak talenta, dan Deschamps punya pengalaman,” ujar Wenger. “Kami memiliki banyak pemain menyerang sehingga risikonya adalah menjadi terlalu ofensif. Namun, pemain modern, bahkan yang menyerang sekalipun, tahu bagaimana melakukan tugas defensifnya. Ketika skor masih 0-0 melawan Prancis dengan 20 menit tersisa, biasanya Anda akan kalah. Kekuatanlah yang menjadi pembeda.”


Siap tampil di panggung besar


Meskipun Mbappe sempat mengalami penurunan produktivitas, termasuk dalam laga di mana Michael Olise mencetak hat-trick dan menjadi sorotan, kepercayaan di dalam skuad Prancis terhadap sang kapten tetap tinggi. Wenger menegaskan bahwa kepribadian Mbappe yang kuat membuatnya selalu mampu tampil di momen besar, seperti yang ia tunjukkan pada Piala Dunia 2018 dan 2022.


“Kylian memiliki karakter, kepribadian yang kuat, dan tahu bagaimana tampil di saat-saat penting. Ia hanya menunggu kesempatannya. Orang sering lupa betapa luar biasanya bakat yang ia miliki,” pungkas Wenger. Prancis akan memulai perjalanan mereka untuk meraih bintang ketiga dengan menghadapi Senegal di Stadion MetLife, kemudian melanjutkan laga Grup I melawan Irak dan Norwegia.


Seberapa jauh Prancis akan melangkah di Piala Dunia kali ini?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.