Dampak Kenaikan Pertamax, Harga Sejumlah Bumbu Dapur hingga Buah-buahan di Aceh Tengah Melonjak
Sri Widya Rahma June 11, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Ron (93) yang melonjak baru-baru ini mulai memberikan efek domino pada sektor pangan. 

Di Pasar Paya Ilang Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, harga sejumlah komoditas bumbu dapur dan buah-buahan dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. 

Baca juga: Pertamax 92 Naik Jadi Rp16.650/Liter, Sejumlah Pengendara di Aceh Tengah Beralih ke Pertalite

Tomat hingga Cabai Menjadi Penyumbang Utama Lonjakan Harga

Berdasarkan pantauan wartawan TribunGayo.com, Alga Mahate Ara di lapangan, komoditas bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, tomat hingga cabai menjadi penyumbang utama lonjakan harga di tingkat pedagang. 

Kenaikan dipicu oleh kelangkaan stok di tingkat lokal yang memaksa pedagang mendatangkan pasokan dari luar daerah.

"Ini semua barangnya dari luar, Bang. Dari Blangkejeren dan dari Medan. Kalau dari lokal kualitasnya sudah tidak cantik-cantik lagi," ujar salah seorang pedagang bumbu, Andi saat ditemui wartawan TribunGayo.com, Alga Mahate Ara pada Kamis (11/5/2026).

Saat ini, harga bawang merah Medan meroket ke kisaran Rp45.000 per kilogram (Kg) hingga Rp50.000 per kg, dari harga normal sebelumnya yang hanya Rp40.000 per kg. 

Sementara untuk bawang bombai pasokan asal Medan di jual seharga Rp30.000 per kg dari harga sebelumnya Rp25.000 per kg.

Kondisi serupa terjadi pada bawang putih yang merangkak naik ke angka Rp40.000 per kg hingga Rp45.000 per kg dari sebelumnya Rp35.000 per kg. 

Selain itu, harga komoditas cabai dan tomat juga dilaporkan mengalami tren kenaikan yang lumayan tinggi dari harga Rp40.000 kg menjadi Rp45.000 per kg untuk cabai, sementara tomat dari harga Rp15.000 per kg menjadi Rp18.000 per kg.

Baca juga: Dampak Pertamax Naik: Warga Bener Meriah Serbu Pertalite, Stok di Aceh Tenggara Langka

Pedagang Buah: Kenaikan Harga Secara Menyeluruh Mungkin Terjadi

Efek domino kenaikan harga BBM ini ternyata tidak hanya memukul sektor bumbu dapur, melainkan juga mulai merembet ke komoditas buah-buahan.

Salah seorang pedagang buah di Pasar Paya Ilang, Ahmad mengungkapkan salah satu komoditas yang sudah mengalami kenaikan harga adalah buah pir. 

Kendati demikian, ia menyebutkan bahwa mayoritas buah-buahan lainnya saat ini masih cenderung bertahan di harga normal.

"Buah lain relatif masih stabil, contohnya jeruk sekarang masih Rp30.000 per kilo. Tapi untuk buah pir sudah naik, dari yang sebelumnya R 25.000 sekarang jadi Rp 28.000 per kilo. Ini jelas efek kenaikan harga BBM kemarin," katanya.

Ahmad meyakini bahwa stabilitas harga pada sebagian besar buah di lapaknya tidak akan bertahan lama. 

Kenaikan harga secara menyeluruh diprediksi baru akan terasa dalam beberapa hari ke depan begitu pasokan baru tiba.

"Menurut saya, buah lainnya memang relatif stabil sekarang, tapi saya yakin harganya akan naik dalam beberapa hari ke depan. Karena stok yang dipajang sekarang ini masih barang lama. Dua hari lagi saat stok baru masuk harganya pasti akan naik," pungkas Ahmad.

Pihak Dinas Perdagangan Belum Berhasil Dihubungi

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan TribunGayo.com, Alga Mahate Ara, melalui sambungan telepon maupun pesan singkat kepada kepala dinas terkait belum mendapatkan respons. (*)

Baca juga: Harga Pertamax Turbo di Aceh Tenggara Naik, Dexlite Turun jadi Rp 23.500/Liter

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.