Antrean Pertalite Menumpuk, Warga Keluhkan Motor Pelansir Ikut Isi BBM di SPBU Pulaulaut Banjarmasin
Hari Widodo June 11, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite di SPBU Pulaulaut, Jalan S Parman, Banjarmasin masih berlangsung, Kamis (11/6/2026).

Selain tingginya jumlah pengendara yang mengisi BBM subsidi tersebut, antrean juga dipengaruhi proses pengisian ulang Pertalite dari mobil tangki ke tangki penyimpanan SPBU sehingga pelayanan sempat dihentikan sementara.

Untuk diketahui, pengisian ulang tersebut dilakukan setiap hari. SPBU Pulaulaut menerima kuota 16 ton liter setiap harinya untuk BBM jenis Pertalite.

Di tengah antrean tersebut, keberadaan sejumlah sepeda motor jenis Suzuki Thunder yang diduga digunakan untuk aktivitas pelansiran BBM turut menjadi sorotan pengendara lain.

Baca juga: Dampak Harga Pertamax Naik di HSS Hari Ini, Antrean Pertalite di SPBU Tibung Mengular

Zaki (22), salah seorang pengendara yang mengantre, mengaku antrean menjadi lebih lama ketika sejumlah motor bertangki besar ikut mengisi Pertalite.

“Masalahnya mereka ini banyak. Mana tangkinya gede-gede. Jadi antrean lebih lama,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Nasar (31). Menurutnya, keberadaan kendaraan dengan kapasitas tangki besar membuat waktu tunggu pengendara lain semakin panjang.

Ia berharap ada pengawasan yang lebih ketat agar antrean tidak semakin padat.

“Harusnya ada pengawasan lebih lagi. Kalau memang boleh melansir, mending disediakan jalur khusus,” katanya.

Nasar mengaku lebih memilih menggunakan Pertamax untuk menghindari antrean panjang meskipun harga BBM nonsubsidi tersebut baru saja mengalami kenaikan.

Sementara itu, Manajer SPBU Pulau Laut, Aan, mengatakan pihaknya tidak dapat serta merta melarang sepeda motor bertangki besar melakukan pengisian BBM selama masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, petugas SPBU berpatokan pada kapasitas tangki standar kendaraan saat melakukan pengisian.

“Jadi kami berpatokan pada total kapasitas motornya saja. Kalau Suzuki Thunder misalnya, kapasitasnya sekitar 15 liter, ya kami isi sesuai kapasitasnya. Tidak lebih,” jelasnya.

Aan mengatakan pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang telah melakukan pengisian BBM.

Petugas SPBU, kata dia, diminta mengingat kendaraan yang telah mengisi agar tidak kembali melakukan pengisian pada hari yang sama.

“Kalau dia datang lagi ingin melansir, kami tolak. Karena sebelumnya sudah melakukan pengisian,” katanya.

Tak hanya itu, pengaruh penggunaan mesin scan EDC (Electronic Data Capture) pada pengisian Pertalite juga berpengaruh pada waktu antrean.

“Mesin scan ini yang juga jadi salah satu faktor bikin lambat antrean, belum lagi kalau jaringan internetnya lambat,” kata dia.

Baca juga: Sehari Pasca Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite di Banjarmasin Memanjang hingga Keluar SPBU

Mesin EDC sendiri hanya bisa digunakan maksimal untuk pengisian BBM 10 liter. Jika ada motor yang kapasitasnya lebih dari 10 liter, petugas pengisian harus melakukan dua kali scan dulu.

Diketahui, antrean Pertalite di sejumlah SPBU belakangan menjadi perhatian masyarakat setelah harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter sejak 10 Juni 2026. Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna BBM nonsubsidi mulai beralih ke Pertalite yang hingga kini masih dijual Rp10.000 per liter.

(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.