PROHABA.CO, LHOKSEUMAWE – Sebuah rumah semi permanen di Desa Uteuen Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (11/6/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan beserta harta benda milik penghuni rumah dilaporkan hangus terbakar.
Rumah yang terbakar diketahui milik Ferizal (65), yang selama ini tinggal bersama tiga anggota keluarganya.
Akibat musibah tersebut, keluarga korban kini terpaksa mengungsi dan menempati tenda darurat yang didirikan di dekat lokasi kejadian.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Lhokseumawe, Samsul Bahri, mengatakan saat kebakaran terjadi kondisi rumah sedang dalam keadaan kosong.
Api pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kobaran api mulai membesar dari bagian atap rumah.
“Ketika kejadian rumah sedang tidak ada penghuni.
Warga melihat api sudah membesar di bagian atap dan langsung melaporkannya kepada pemilik rumah serta petugas pemadam kebakaran,” ujar Samsul Bahri.
Baca juga: BPOM: Efek Obat Tertentu Bisa Membuat Pengguna Fly hingga Gangguan Jiwa
Baca juga: Dua Kebakaran Beruntun di Aceh Utara dalam 24 Jam, Aksi Heroik Warga Selamatkan Balita
Menurutnya, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Warga yang panik melihat kobaran api berupaya melakukan pemadaman secara manual sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Tak lama berselang, sejumlah armada Damkar Kota Lhokseumawe tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian.
Upaya tersebut juga berhasil mencegah api merembet ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran yang cukup padat penduduk.
Meski demikian, bangunan rumah beserta seluruh harta benda yang berada di dalamnya tidak dapat diselamatkan.
Kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan cukup besar karena seluruh isi rumah habis dilalap api.
Samsul Bahri mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi antara pihak Tagana, aparatur gampong, dan keluarga korban, diputuskan untuk mendirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara bagi para korban.
“Seluruh bangunan dan barang-barang di dalam rumah habis terbakar.
Untuk sementara korban bersama keluarganya menempati tenda darurat yang dibangun di dekat lokasi kebakaran,” katanya.
(Serambinews.com/Saiful Bahri)
Baca juga: Kebakaran Hebat di Kemayoran, 500 Warga Terdampak dan 250 Bangunan Hangus
Baca juga: Kebakaran Dua Rumah di Bireuen, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
Baca juga: Tim Damkar Lhokseumawe Tangkap Ular Kobra dan Piton di Rumah Warga